Jagung. MI/ANGGA YUNIAR.
Jagung. MI/ANGGA YUNIAR.

Penurunan Impor Jagung Untungkan Rp33,12 Triliun

Ekonomi impor jagung
Eko Nordiansyah • 21 Februari 2019 15:17
Jakarta: Pengamat Pertanian Pusat Kajian Pertanian dan Advokat (PATAKA) Yeka Hendra menyebutkan impor jagung selama 2013 hingga 2018 menunjukkan tren penurunan. Dari penurunan impor jagung dari tahun ke tahunnya menghasilkan keuntungan mencapai Rp33,12 triliun.
 
Menurutnya, sejak 2013 hingga 2018 impor jagung mengalami penurunan sebesar 13,8 persen per tahunnya. Selama periode 2016 sampai dengan 2018 terdapat penghematan impor jagung mencapai 9,2 juta ton.
 
"Jadi 9,2 juta ton dikali harga jagung sebesar Rp3.600 muncul Rp33,12 triliun. Jadi karena kita tidak impor jagung kita hemat," kata dia dalam diskusi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, penghematan impor jagung berdampak pada kenaikan impor gandum pada periode yang sama. Selama peridoe 2013 hingga 2018 impor gandum rata-rata mengalami peningkatan cukup tajam mencapai 296,5 persen.
 
"Akumulasi pemborosan impor gandum untuk pakan sebesar 6,3 juta ton. Jadi impor jagungnya dikurangi 9,2 juta ton tapi harus ditambah impor gandum 6,3 juta ton dalam periode sama," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, pada saat yang bersamaan pemerintah berhasil mengurangi impor jagung, namun juga meningkatkan impor gandum. Akibatnya pemerintah juga harus menggelontorkan dana mencapai Rp28,58 triliun.
 
"Sebesar 6,39 juta ton dikalikan dengan harga gandum Rp4.500 maka muncul cost Rp28,58 triliun. Jadi kita dengan kendalikan impor hemat Rp33,12 triliun tapi kita juga satu sisi lakukan keluarkan uang Rp28,58 triliun untuk impor gandum," pungkasnya.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS), impor jagung selama 2018 mencapai 737.228 ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 517.419 ton. Namun impor jauh lebih rendah dibandingkan 2014 yang mencapai 3,24 juta ton, 2015 mencapai 3,26 juta ton, dan 2016 sebesar 1,13 juta ton.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif