Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Luctor Tapiheru  -- Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin
Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Luctor Tapiheru -- Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin

Penarikan Uang Tunai Jelang Natal Tembus Rp77 Triliun

Ekonomi bank indonesia uang penukaran uang natal dan tahun baru perayaan tahun baru
Husen Miftahudin • 21 Desember 2018 18:04
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mempersiapkan uang tunai sebanyak Rp101 triliun untuk kebutuhan selama Desember 2018, termasuk Natal dan libur tahun baru. Hingga Jumat, 21 Desember 2018, perbankan sudah melakukan penarikan uang tunai dari BI sebanyak Rp77 triliun.

Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Luctor Tapiheru menyebut penarikan uang tunai yang dilakukan perbankan dari BI hingga Kamis, 20 Desember 2018, sebanyak Rp58 triliun. Untuk hari ini, terdapat tambahan penarikan uang tunai sekitar Rp18 triliun hingga Rp19 triliun.

"Per hari ini ada tambahan penarikan sampai Rp15 triliun lebih. Kalau plus kas titipan itu bisa jadi Rp18 triliun sampai Rp19 triliun per hari ini saja. Jadi sampai sebelum libur tiga hari ke depan, itu Rp58 triliun ditambah sekitar Rp18 triliun sampai Rp19 triliun itu berarti Rp77 triliun dari Rp101 triliun," ujar Luctor dalam diskusi di BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dia menjelaskan, penarikan uang tunai oleh perbankan juga dilakukan dari kas titipan. Untuk hari ini saja, kas titipan sudah menyalurkan uang tunai sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun kepada perbankan. "Perbankan di daerah-daerah yang jauh dari (kantor perwakilan daerah) BI, dia bisa menarik dengan cara yang sama ke kantor-kantor kas titipan. Ini strategi untuk mendekatkan layanan ke masyarakat. Karena kalau enggak ada kas titipan itu bank yang ada di daerah harus menunggu kantor induknya untuk mengambil (uang tunai) di kantor-kantor BI, kemudian didistribusikan ke daerah-daerah. Itu butuh waktu lama," tuturnya.

Sementara, pertumbuhan penarikan uang tunai yang dilakukan perbankan dari bank sentral selama Desember 2018 sekitar 10 persen. Jumlah pertumbuhan itu tak jauh berbeda bila dibandingkan dengan pertumbuhan penarikan uang tunai di tahun sebelumnya.

"Sampai sekarang pun day to day-nya juga volume penarikannya itu hampir sama dengan tahun lalu," imbuh dia.

Menurutnya, besarnya penarikan uang tunai yang dilakukan perbankan pada hari ini dilakukan untuk kebutuhan selama libur Natal. "Ini untuk antisipasi libur Natal doang, belum tahun barunya. Pola tahun-tahun sebelumnya juga seperti ini," tegasnya.

Adapun sisa pasokan uang tunai sekitar Rp24 triliun akan ditarik pascalibur Natal. Selain perbankan, penarikan uang tunai juga dilakukan pemerintah.

"Untuk transaksi pemerintah, itu mereka pasti butuh uang tunai dan biasanya ngambilnya itu di akhir-akhir bulan. Jadi sisa sekitar Rp24 triliun itu akan terjadi di minggu terakhir pelayanan atau minggu depan setelah libur Natal atau sebelum tahun baru," tutup Luctor.


(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi