Transformasi BNI Syariah ke Digital Banking

Angga Bratadharma 08 Desember 2018 12:01 WIB
bni syariah
Transformasi BNI Syariah ke Digital Banking
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Jakarta: Perkembangan teknologi membuat industri perbankan di Tanah Air mau tidak mau harus melakukan transformasi, tidak terkecuali bagi industri perbankan syariah. Transformasi ke bisnis digital menjadi mutlak karena teknologi sudah menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan, apalagi di sisi lain perkembangan digital membuat bisnis semakin efisien.

BNI Syariah, misalnya, menjadi salah satu bank syariah yang terus melakukan transformasi bisnis ke digital. Direktur BNI Syariah Wahyu Avianto menegaskan pengembangan digital sangat penting untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada nasabah, mengingat aktivitas nasabah terkait transaksi perbankan telah beralih ke arah digital.

"Yakni menggunakan smartphone dan aplikasi digital untuk transaksi keuangan dimanapun dan kapanpun dengan mudah dan cepat. Aplikasi digital BNI Syariah itu Wakaf Hasanah, Hasanah Personal 2.0, Hasanah Lifestyle 4.0, dan financing origination system berbasis mobile," kata Wahyu, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Sabtu, 8 Desember 2018.

Pengembangan digital yang dapat memberikan efek positif terhadap nasabah itu yang dinilai Wahyu membuat BNI Syariah terus berinovasi dan menggembangkan aplikasi digital, didukung sepenuhnya oleh induk usaha yakni BNI untuk pengembangan sistem pembayaran digital.

"Yang di antaranya aplikasi QR Code, uang elektronik, dompet elektronik, dan menggandeng fintech untuk kolaborasi transaksi keuangan yang sesuai prinsip syariah," ungkap Wahyu.
 
Wahyu menambahkan pengembangan teknologi BNI Syariah dilakukan baik melalui sinergi dengan BNI maupun pengembangan sendiri. Adapun target penggunaan aplikasi digital bagi kepuasan nasabah yang saat ini berjumlah lebih dari 2,8 juta adalah dapat bertransaksi dengan mudah, cepat, efisien, aman dan pruden dimanapun dan kapanpun.
 
Sedangkan terkait pengembangan melalui sinergi dengan induk usaha yakni BNI, Wahyu menjelaskan, di antaranya pertama sinergi aplikasi cash management (BNI Direct, virtual account, dan e-collection), layanan perbankan yang diberikan bagi nasabah perusahaan dalam mengelola arus informasi dan transaksi keuangan bisnis yang dijalankan.

"Sehingga memberikan hasil optimal dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas bisnis," ungkap Wahyu.

Kedua, sinergi e-channel (debit, ATM, SMS Banking, internet banking, dan mobile banking). Ketiga, sebanyak 1.584 layanan sharia channeling outlet yaitu kantor cabang BNI yang dapat melayani pembukaan rekening dan transaksi syariah. Keempat, adanya call center yang melayani seluruh nasabah BNI syariah.

Pengembangan Digital

Jika ditelisik, terdapat beberapa yang dikembangkan seperti website dan aplikasi Wakaf Hasanah berbasis android yang merupakan layanan digital. Aplikasi itu guna memfasilitasi masyarakat yang ingin mewakafkan harta benda miliknya secara produktif melalui nadzhir yang telah bekerja sama dengan BNI Syariah.

Selain itu, terdapat Hasanah Personal yang merupakan aplikasi berbasis android di mana jamaah dapat dengan mudah mencari paket-paket wisata halal maupun paket-paket umrah dari travel-travel yang sudah bekerja sama dengan BNI Syariah.

Kemudian, terdapat Hasanah Lifestyle Application yang merupakan aplikasi berbasis android yang berisi penjelasan produk, promo-promo, doa-doa harian, jadwal salat, arah kiblat dan Alquran digital, serta destinasi wisata halal dilengkapi dengan map yang menunjukan lokasi masjid, ATM, dan rumah makan halal.

Digital Beri Katalis Positif ke Bisnis

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan, pengembangan digital telah memberikan katalis positif terhadap laju bisnis BNI Syariah, baik dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun penyaluran pembiayaan. Dampak positif itu terlihat dari sisi jumlah pengguna mobile banking yang per Oktober 2018 mencapai 250 ribu pengguna.

Adapun pencapaian itu atau naik sebanyak 200 persen dibandingkan dengan posisi 84 ribu user year on year dari Oktober 2017 dengan volume transaksi mencapai Rp1 triliun. Selain itu, pada posisi Oktober 2018 pendapatan operasional selain margin tumbuh sebanyak 33,33 persen yoy dari Rp165 miliar menjadi Rp220 miliar.
 
Kemudahan dalam transaksi, tambah Wahyu, mendorong pertumbuhan DPK dan pembiayaan BNI Syariah yang tumbuh positif. Per Oktober 2018, DPK BNI Syariah tumbuh sebanyak 21,74 persen dari Rp28,455 triliun di Oktober 2017 menjadi Rp34,640 triliun di Oktober 2018.

"Sedangkan dari sisi pembiayaan meningkat 20,39 persen dari Rp22,664 triliun di Oktober 2017 menjadi Rp27,285 triliun di Oktober 2018,"  tukas Wahyu.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BNI Syariah Rima Dwi Permatasari menambahkan, BNI Syariah menetapkan pilar pengembangan digital banking yaitu Banking Business Digitalization dan Digital Startup Collaboration. Pengembangan ini sejalan dengan digital banking yang memberikan kemudahan dan akses bisnis yang lebih luas lagi di seluruh wilayah di Indonesia.

Rima mengatakan pengembangan bisnis digital akan menjadi bagian yang terintegrasi dengan pengembangan pola bisnis. Sedangkan untuk strateginya sendiri terkait digital tetap inline dengan BNI sebagai induk usaha.

"Untuk Banking Business Digitalization, saat ini BNI Syariah memiliki eksisting digital produk seperti Hasanah Personal, Hasanah Lifestyle, dan Wakaf Hasanah," kata Rima, kepada Medcom.id.

Sedangkan Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo tidak menampik keberadaan BNI Syariah di industri perbankan masih tergolong muda. BNI Syariah harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman dengan tetap mengedepankan kemanfaatan yang tak terhingga.

"Salah satunya menjawab kebutuhan nasabah di era digital, tetapi tidak meninggalkan esensi untuk berbagi dengan sesama," kata Firman.

Lebih lanjut, Firman menambahkan, BNI Syariah telah bersinergi dengan induk usaha yakni BNI dalam hal shared services, dan operasional perbankan lainnya serta optimalisasi marketing communication melalui channel digital dan online termasuk sosial media. Adapun sinergi itu salah satunya dalam rangka menjaga beban operasional agar tetap efisien.

"Dalam meningkatkan layanan kepada nasabah, BNI Syariah terus melakukan pengembangan teknologi baik melalui sinergi dengan BNI maupun pengembangan sendiri seperti sinergi aplikasi cash management dan sinergi e-channel," pungkas Firman.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id