Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Mencermati Harga Bahan Pokok di Akhir Ramadan

Ekonomi harga sembako
Ade Hapsari Lestarini • 25 Mei 2019 15:54
Jakarta: Harga bahan pokok selalu menjadi perhatian semua kalangan, apalagi menjelang Lebaran. Namun demikian, harga bahan pokok dinilai terkendali di akhir Ramadan.
 
Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengatakan terkendalinya bahan pangan adalah bagian dari hasil kerja keras Kementerian Pertanian (Kementan) yang menghadirkan pangan murah dan berkualitas dengan meningkatkan produksi hasil pertanian.
 
"Artinya langkah yang dilaksanakan pemerintah selama ini sudah berhasil. Maksudnya sudah memberikan harga stabil dan memberikan keuntungan yang wajar untuk petani," katanya, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan produksi pertanian yang dimaksud Ono, tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya sektor hortikultura yang terus tumbuh secara meyakinkan.
 
"Selama empat tahun ini, PDB hortikultura tumbuh positif dan membanggakan. Kenaikan juga terjadi pada triwulan I-2019," tambah Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian Ketut Kariyasa.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB sektor pertanian di 2013 nilainya mencapai Rp847,8 triliun. Dua tahun berlalu, angka tersebut terus meningkat tajam masing-masing sebesar Rp880,4 triliun dan Rp906,8 triliun.
 
Selanjutnya, PDB 2016 dan 2017 juga meningkat, masing-masing sebesar Rp936,4 triliun dan Rp969,8 triliun. Demikian juga di 2018, nilainya tumbuh sebesar 3,7 persen atau Rp1.005,4 triliun. Angka tersebut bahkan melebihi target yang ditetapkan, yakni sebesar 3,5 persen.
 
"PDB Pertanian pada triwulan I-2019, tumbuh positif sebesar 19,67 persen. Angka ini lebih baik jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 1,15 persen," ujar dia.
 
Adapun harga komoditas di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur saat ini terpantau dalam kondisi stabil. Mulai dari bawang putih, bawang merah, cabai rawit hingga sayur mayur nyaris tak ada kenaikan. Menurut seorang pedagang, ini terjadi setelah pemerintah menggelar operasi pasar.
 
"Operasi pasar pemerintah sangat berdampak pada kestabilan harga pasar," ujar Koh Alim, salah satu distributor sekaligus pedagang bawang putih.
 
Alim mengatakan jika ada kenaikan terjadi di beberapa pasar kecil dan tradisional, masih dalam kondisi wajar. "Kenaikan ini karena pedagang juga mau mengambil untung, walaupun hanya sedikit. Saya kira wajar karena mereka berjualan,” katanya.
 
Sementara Ubay, yang berdagang cabai meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan kondisi harga saat ini. Sebab, posisi cabai sebagai salah satu komoditas umum diprediksi aman jelang sampai paska lebaran mendatang.
 
"Harga saat ini kan Rp10 ribu dan sudah berlangsung sejak operasi pasar. Kemudian masyarakat juga tidak usah khawatir dengan kondisi harga. Sebab sampai Lebaran nanti kondisinya akan tetap stabil," kata dia.
 
Ombudsnan sebelumnya juga melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar. Dalam pantauannya, tidak ada lonjakan harga pada 10 komoditas kebutuhan pokok. "Sementara ini, kita optimistis tidak ada lonjakan-lonjakan drastis,” ucap Alamsyah, anggota Ombudsman RI, beberapa waktu lalu.
 
Adapun komoditas yang disidak Ombudsman ialah beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi lokal. Kemudian daging ayam broiler, telur, bawang merah, dan bawang putih.
 
Pada pekan ketiga Ramadan 2019 harga sejumlah bahan pokok bahkan sempat tercatat turun. Berdasarkan pantauan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) nasional ada delapan bahan kebutuhan pokok yang harganya turun.
 
Pertama, beras kualitas medium I. Turun dari pekan sebelumnya menjadi Rp10.450 per kilogram. Kedua, daging ayam tercatat turun Rp1.400 dibanding Senin pekan kedua Ramadan. Ketiga, daging sapi juga turun tipis.
 
Keempat, telur ayam turun Rp200 dibandingkan awal pekan dua. Kelima, bawang merah yang turun RpRp1.400 per kilogram. Kemudian bawang putih, cabai merah dan cabai rawit juga secara rata-rata nasional turun.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif