Ilustrasi Program CSR yang dilakukan Pertamina. Foto: Medcom.id/Istimewa
Ilustrasi Program CSR yang dilakukan Pertamina. Foto: Medcom.id/Istimewa

Anggota DPR Minta Jatah CSR ke Pertamina

Ekonomi pertamina Pelantikan Anggota DPR
Suci Sedya Utami • 29 Januari 2020 21:09
Jakarta: Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat M Nasir meminta jatah program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina. Permintaan tersebut dilontarkan Nasir saat rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR RI dan perusahaan pelat merah tersebut.
 
Nasir mengatakan CSR Pertamina bisa diberikan di daerah pemilihannya yaitu di Riau II. Nasir ingin juga menunjukkan pada konstituennya di daerah pemilihan bahwa Pertamina memiliki peran sosial bukan sekadar fokus dalam menjalankan bisnis hulu dan hilir migas. Apalagi, nantinya Pertamina akan menjadi operator di Blok Rokan yang terletak di Riau.
 
"Ini kita sudah masuk sidang pertama, pulang ke dapil enggak bawa apa-apa," kata Nasir pada Dirut Pertamina Nicke Widyawati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan meminta pola penyaluran dana CSR seperti tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, Nasir tidak menjelaskan secara rinci mengenai pola yang lalu.
 
"Jadi, mohon izin pimpinan tolong masalah CSR biar teman-teman agar tenang dikit. Kita minta, apa kita buat polanya seperti tahun lalu, kira-kira seperti apa Bu Dirut?" ucap Nasir.
 
Permintaan tersebut pun hanya dibalas senyuman oleh Nicke. Namun, pimpinan rapat yakni Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin menyarankan agar permintaan tidak diutarakan secara terang-terangan dalam rapat.
 
"Barangkali tidak disampaikan di sini," tutut politikus Golkar itu.
 
Selain CSR, Nasir juga meminta agar Anggota DPR diikutsertakan untuk meninjau fasilitas nozzle dan automatic tank gaute (ATG) yang terpasang di SBPU dan depo terminal BBM.
 
Pemasangan alat itu dimaksudkan untuk bisa merekam data penyaluran BBM utamanya solar subsidi untuk mengantisipasi kebocoran atau kelebihan kuota.
 
Nasir mengatakan banyak kebocoran dan penimbunan Solar yang terjadi di daerah-daerah. Ia ingin membuktikan bahwa alat tersebut berjalan dengan baik sehingga kebocoran BBM tidak terjadi lagi.
 
"Kita minta, kita turun saja dengan Pertamina dengan Kapolda dengan BPH Migas dan Dinas ESDM, alat ini bisa enggak hilang kebocoran. Saya minta pertama kegiatan itu di Riau, jadi alat yang Ibu Nicke maksud bagus itu, kita juga mau lihat koneksinya ke mana alat ini, kalau alat ini bagus kita support alat itu supaya enggak ada kebocoran lagi," jelas Nasir.

 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif