Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury. Foto: dok BTN.
Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury. Foto: dok BTN.

BTN Sasar Dana Murah Rp1,9 Triliun

Ekonomi btn
Ade Hapsari Lestarini • 10 Februari 2020 18:04
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melancarkan strategi untuk memupuk dana murah dan menekan biaya dana melalui BTN Solusi.
 
Ini merupakan program yang memberikan solusi bagi instansi atau lembaga untuk mengelola tabungan payroll/gaji dari karyawannya sekaligus memberikan beragam manfaat yang dapat mendukung kebutuhan finansial bagi instansi dan karyawan.
 
"Program BTN Solusi kami rilis dalam rangka mengakuisisi Current Account Saving Account (CASA) atau dana murah yang besar dan berkelanjutan karena nasabah yang disasar program ini adalah karyawan instansi atau perusahaan yang memiliki kualitas yang baik," kata Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury dalam keterangan tertulisnya, Senin, 10 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perseroan menargetkan number of account sebanyak 372 ribu yang berasal dari tabungan gaji sehingga dapat mengakuisisi pundi-pundi CASA hingga Rp1,9 triliun.
 
Per Desember 2019, CASA BTN tercatat di atas Rp97 triliun. Perseroan menargetkan CASA tahun ini bisa menembus di atas Rp116 triliun atau tumbuh di atas 19 persen. Sehingga porsi CASA terhadap DPK bisa mencapai lebih dari 45 persen. CASA tersebut diperkuat untuk menunjang perolehan DPK perseroan yang tahun ini ditargetkan tumbuh antara 13-15 persen.
 
Pahala menjelaskan, setidaknya, ada empat segmen utama yang disasar BTN Solusi yaitu kementerian, BUMN, swasta, dan kawasan industri. Namun untuk tahap awal ini, diutamakan adalah segmen Kementerian/Aparatur Sipil Negara dan BUMN.
 
Dia menambahkan, program ini akan menjadi andalan perseroan dalam meraih dana murah yang saat ini makin kompetitif diperebutkan perbankan. Oleh karena itu diperlukan inovasi produk baru dengan benefit yang lebih khusus dan beda dari bank lain, yaitu kemudahan, efisiensi dan dapat meningkatkan employee engagement antara perusahaan dengan karyawan.
 
"Untuk jasa payroll, semua bisa dinegosiasikan. Dengan kelebihan ini, Perusahaan dapat menghemat biaya untuk dapat dialihkan ke kebutuhan lain bagi karyawan, di sisi lain karyawan juga tidak dibebani biaya-biaya tabungan, malah dipermudah dalam mendapatkan pencairan kredit baik Kredit Agunan Rumah, KPR baik subsidi maupun nonsubsidi hingga Kredit Ringan dengan suku bunga yang kompetitif dan proses yang tidak rumit," jelas Pahala.
 
Sementara bagi perusahaan nantinya juga akan mendapatkan benefit yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan usaha dan menciptakan nilai tambah baik bagi perusahaan antara lain melalui pengelolaan rekening giro dan Program Pengembangan Operasional (PPO).

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif