Masalah pertama yakni sumber daya alam (SDA), produktivitas tenaga kerja dan rigiditas pasar tenaga kerja yang harus ditingkatkan. Dengan adanya peningkatan maka Indonesia bisa bersaing.
Kedua, ketersediaan dan harga energi juga masih menjadi masalah bagi industri di negeri ini. Permasalahan yang ketiga, efisiensi logistik dan infrastruktur harus dilakukan.
"Kemudian yang keempat, regulasi yang belum terintegrasi dengan baik harus dibenahi. Ini harus dibenahi demi memperbaiki pembangunan industri di Indonesia," papar Airlangga, ditemui di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis 20 Juli 2017.
Poin kelima, struktur industri yang masih lemah juga mempengaruhi kinerja pembangunan industri di negeri Garuda. Lanjut Airlangga, penguatan peran dan kemampuan UMKM dalam sektor industri juga harus ditingkatkan.
"Terakhir, sumber pembiayaan industri yang lebih beragam juga memberikan pengaruh bagi industri negeri ini," ujar politikus Golkar ini.
Adanya berbagai macam masalah dalam membangun pertumbuhan industri nasional, Airlangga menekankan, pemerintah akan menjalani beberapa hal, seperti penguatan SDM melalui penguatan vokasi industri, pendalaman struktur industri melalui penguatan rantai industri, industri padat karya dan orientasi ekspor.
"Setelah itu pemerintah akan melakukan pengembangan IKM dengan platform digital, pengembangan industri berbasis SDA, dan pengembangan perwilayahan industri," pungkas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News