Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menerangkan bahwa penetapan floor price dan ceiling price akan dirampungkan dalam satu minggu ke depan. Usai rampung, pemerintah akan mengeluarkan surat penugasan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk membeli produksi dari petani dengan harga batas bawah yang telah ditetapkan.
"Setelah satu minggu kita dapatkan angkanya (floor price dan ceiling price) keluar surat penugasan kepada Bulog untuk membeli itu. Jadi ini mengembalikan peranan Bulog dalam menstabilkan harga dan menjaga harga," ujar Enggar, di Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Senin, 15 Agustus.
Dia melanjutkan, dalam menyerap produksi petani, pemerintah membuka lebar peranan swasta. Namun dengan syarat, pihak swasta harus membeli dengan harga batas bawah yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya.
"Swasta boleh ikut, tapi dia harus ikut (ketetapan) harganya karena beras itu tidak 100 persen milik Bulog. Anda (swasta) ikutin ini, dan jangan pernah bermain-main dengan ini," tegas dia.
Setelah Bulog dan swasta membeli produksi petani, PD Pasar Jaya yang ditunjuk Gubernur DKI Jakarta siap menyerapnya. Selain PD Pasar Jaya, pasar-pasar induk yang ada di wilayah Jakarta juga dapat membeli pasokan bahan kebutuhan pokok dari pihak Bulog dan swasta.
Pembelian harga kebutuhan pokok oleh PD Pasar Jaya dan pasar induk dari Bulog serta swasta diterapkan dengan skema ceiling price. Ini diberlakukan untuk memotong rantai pasok sehingga menghindari ulah tengkulak yang menaikkan harga.
"Kementan dan Gubernur DKI telah menempuh kesepakatan untuk menempatkan harga grosir kepada PD Pasar Jaya dari Bulog juga ke pasar induk. Harga grosir ini yang dijual ke pasar rakyat di wilayah DKI," tutur Enggar.
Sementara itu, Mentan Amran Sulaiman mengaku dengan langkah ini mampu memotong hingga lima rantai pasok. Dengan demikian, maka sebanyak delapan rantai pasok yang ada saat ini akan tersisa tiga hingga empat rantai distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok.
"Tengkulak atau namanya middle man kita potong dan selesaikan. Jadi nanti dari kelompok tani produksinya akan diserap Bulog dan didistribusikan ke PD Pasar Jaya, bisa juga langsung dari petani ke PD Pasar Jaya. Artinya, rantai distribusi ini tinggal tersisa 3-4 sehingga harga tidak jauh berbeda dan petani diuntungkan," tutup Amran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News