"Saya titip saja, pasar ini sudah dibangun, diperbaiki total, titip agar dijaga kebersihannya," kata Jokowi saat meresmikan Pasar Krendetan, Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (4/5/2016).
Pria asal Solo itu menitip tiga pesan kepada para pedagang Pasar Krendetan. Pertama, diharap para pedagang menjaga kebersihan agar tidak terjadi penumpukan sampah yang membuat pasar mengeluarkan bau tidak sedap.
"Yang kedua dijaga agar pasar ini tidak bau dan tidak becek. Setiap pagi sareng-sareng (bersama) nyapu-nyapu pasar kita sendiri. Resik-resik (bersih-bersih) pasar kita," imbuh dia.
Kemudian yang terakhir dia meminta agar pedagang ramah terhadap pembeli. "Pedagang itu kalau didatangi pembeli harusnya tersenyum, jangan sampai didatangi pembeli merengut. Harusnya tersenyum, disapa yang ramah, dagangannya ditata yang baik, jangan kalah sama mall," pungkas Jokowi.
Seperti diketahui, Kemendag tahun ini menyiapkan anggaran sebanyak Rp2,47 triliun untuk membangun dan merevitalisasi 877 pasar. Sebanyak 168 pasar akan dibangun dari anggaran Tugas Pembantuan (TP) sebesar Rp1,46 triliun.
Kemudian sebanyak 709 pasar akan direvitalisasi dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,01 triliun. Mendag Thomas Trikasih Lembong mengatakan, pembangunan ini dilakukan lantaran masih banyak pedagang yang belum tertampung dan berdagang di pinggiran jalan.
"Target revitalisasi pasar sebanyak seribu pasar per tahun. Jika 880 pasar sudah diprogramkan, maka masih harus dicari 120 pasar lagi," tutur Tom saat meninjau Pasar Manis, Purwokerto, Selasa (3/5/2016) kemarin.
Pasar Krendetan memiliki luas lahan sebesar 5.019 meter persegi. Pasar tradisional ini menampung sebanyak 285 pedagang yang terdiri dari 21 unit los pasar dan 19 unit kios. Omset Pasar Krendetan ini sendiri mencapai Rp1,4 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News