"Kami berkomitmen menunggu hasil KLHS. Kami ikuti semua peraturan yang berlaku," kata Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Rizkan Chandra di kantornya lantai 18 Gedung The East, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 22 Maret 2017.
Rizkan menyebut, pabrik semen perusahaan BUMN tersebut telah mendapat izin untuk melakukan oprasional. Ia juga menegaskan, produksi yang tengah dilakukan merupakan tahapan uji coba yang bahan bakunya diambil dari lokasi lain di kawasan Tuban, Jawa Timur.
"Saat ini pabrik dalam masa uji coba dan bahan bakunya bukan berasal dari Rembang. Khusus aktivitas penambangan memang belum kami lakukan. Kami ikuti masukan KSP dan menunggu KLHS," ujarnya.
Menurut Rizkan, lokasi pertambangan di Rembang juga sebelumnya telah dilakukan KLHS serupa pada bulan Februari 2017. Hasilnya, PTSI diwajibkan melakukan perbaikan amdal.
Dia juga mengatakan data itu bukan dari PTSI, tapi dari tim penilai. PTSI pun akan berkoordinasi dengan tim penilai lama dan KLHS yang sudah berlangsung.
"Kita tunggu hasilnya seperti apa," kata Rizkan.
Rizkan menambahkan, Semen Indonesia akan memperhatikan segala masukan untuk kelanjutan proyek tambang di Rembang. Kawasan tersebut, kata dia, dinilai potensial untuk menunjang pembangunan Indonesia.
"Sepanjang 2016 kami kekurangan produksi. Dalam situasi ini kami masih bertahan dan masih butuh pasokan yang baru. Rembang memiliki arti strategis bagi kami dan pembangunan Indonesia," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News