Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

BPS Catat NTP Bali Lampaui Angka Nasional

05 April 2017 12:08
medcom.id, Denpasar: Badan Pusat Statistik (BPS) Nilai Tukar Petani (NTP) atau daya beli/tukar petani di Provinsi Bali mencapai 104,72 persen pada Maret 2017. Adapun angka itu melampaui angka nasional pada bulan yang sama dengan nilai hanya 99,95 persen.
 
"Meskipun sama-sama mengalami penurunan, namun penurunan NTP Bali justru lebih besar menurunnya yakni 1,01 persen dibandingkan dengan NTP nasional yang hanya 0,38 persen," kata Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho, seperti dikutip dari Antara, di Denpasar, Rabu 5 April 2017.
 
Ia mengatakan, NTP Bali pada Maret 2017 sebesar 104,72 persen atau menurun 1,01 persen dari bulan sebelumnya di Februari 2017 yang tercatat 105,79 persen. NTP menjadi indikator untuk mengetahui tingkat kemampuan petani di daerah pedesaan serta daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa, sehingga petani mampu memenuhi konsumsi rumah tangga.

Dari sisi indeks yang diterima petani (lt) di Bali, indeks mereka justru menurun sebesar 1,14 persen dari 131,41 persen pada Februari 2017 menjadi 129,90 persen pada Maret 2017. Sementara dari sisi indeks yang dibayar petani juga tercatat menurun sebesar 0,14 persen dari 124,22 persen menjadi 124,05 persen.
 
"Lima subsektor yang menentukan pembentukan NTP Bali terdiri atas empat subsektor yang mengalami penurunan dan satu subsektor yang mengalami kenaikan," tuturnya.
 
Satu subsektor yang mengalami kenaikan yakni tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,05 persen. Keempat subsektor yang mengalami penurunan terdiri atas hortikultura 2,09 persen, tanaman pangan 1,20 persen, peternakan 0,84 persen, dan perikanan 0,64 persen.
 
Nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan indeks yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani, dengan semakin tinggi NTP akan semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani di daerah perdesaan.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan