Air Nav tanda tangani MoU dengan Dirjen Perhubungan Udara, Rabu 24 Mei 2017. MTVN/Farhan M.
Air Nav tanda tangani MoU dengan Dirjen Perhubungan Udara, Rabu 24 Mei 2017. MTVN/Farhan M.

AirNav Teken MoU Pengelolaan Layanan Navigasi 28 Bandara di Indonesia

Ekonomi airnav
Farhan Dwitama • 24 Mei 2017 20:06
medcom.id, Tangerang : Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav akan melayani navigasi 28 bandara di seluruh Indonesia.
 
Pelayanan navigasi ke-28 bandara itu, sebelumnya dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Udara. Penyerahan layanan navigasi ini dilakukan melalui perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak AirNav dengan Dirjen Perhubungan Udara.
 
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto dengan kepala daerah, dan Pimpinan Badan Hukum Indonesia, dalam hal ini perusahaan perusahaan swasta yang mengelola bandara masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"MoU seputar bidang operasi dan teknik, SDM, serta aset dan keuangan. AirNav Indonesia akan melayani navigasi penerbangan pada 28 lokasi bandara yang sebelumnya dikelola Dirjen Perhubungan Udara,” kata  Novie, di kantor Air Nav, Kota Tangerang, Rabu 24 Mei 2017.
 
Ditambahkanya, dasar penyerahan layanan bandara itu sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor: AU.308/10/8/DRJU.DNP-2015 tentang Pengalihan Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan kepada Perum LPPNPI, dan AirNav Indonesia.
 
Dalam surat itu juga AirNav diamanatkan untuk mengambil alih layanan navigasi penerbangan pada bandara yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Pemerintah Daerah, dan Badan Hukum Indonesia (swasta).
 
"Kami akan segera melakukan asassement terhadap 28 bandara itu, dan memastikan semua pelayanan navigasi penerbangan yang ada mengikuti standar dan aturan sesuai dengan kategori bandara yang ada di masing-masing daerah," kata dia.
 
Dia menambahkan, hal-hal teknis dan detail lainnya akan dituangkan ke dalam bentuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
 
Dengan penandatanganan MoU yang dilakukan ini, AirNav Indonesia telah memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengelola, dan memberikan layanan navigasi penerbangan pada 28 bandara yang dikelola pemerintah dan swasta itu.
 
Bandara yang dikelola oleh Dirjen Perhubungan Udara yang masuk di dalam MoU berjumlah 17 Bandara, yakni:
 
1. Bandara Alas Lauser-Kutacane.
2. Bandara Liwue Bunga-Pulau Larat.
3. Bandara Gebe-Halmahera Tengah.
4. Bandara Lereh-Keerom.
5. Bandara Nop Goliat Dekai-Yahukimo.
6. Bandara Aboy-Pegunungan Bintang.
7. Bandara Fawi-Puncak Jaya.
8. Bandara Borome/Borme-Oksibil.
9. Bandara Ransiki-Manokwari.
10. Bandara Blangkejeren-Gayu Lues.
11. Bandara Letung-Anambas (Tanjung Pinang).
12. Bandara Luban.
13. Bandara Sobaham-Yahukimo.
14. Bandara Iwur.
15. Bandara Miangas-Kepulauan Sangihe Talaud AirNav Indonesia.
16. Bandara Maratua-Kepulauan Derawan, Berau.
17. Bandara Teraplu-Papua.
 
Adapun bandara yang dikelola oleh pemerintah daerah berjumlah delapan Bandara, yakni:
 
1. Bandara Syekh Hamzah Fansury-Singkil.
2. Bandara Kuala Batu-Blang Pidi.
3. Bandara Malikus Saleh-Lhokseumawe.
4. Bandara Tempuling-Indragiri Hilir.
5. Bandara Pinang Kampai-Dumai.
6. Bandara Nusawiru-Pangandaran, Ciamis.
7. Bandara Noto Hadinegoro-Jember.
8. Bandara Pusako Anak Nagari/Simpang Ampek/Laban-Pasaman Barat.
 
Sedangkan Bandara yang dikelola oleh Badan Hukum Indonesia berjumlah tiga Bandara, yaitu:
 
1. Bandara Dirung-Puruk Cahu-PT Indomuro Kencana.
2. Bandara Tanjung Bara, Sangata-PT Kaltim Prima Coal.
3. Bandara Bintan-PT. Bintan Aviation Investments.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif