Menteri Perdagangan Thomas Lembong. MTVN/Annisa Ayu Artanti.
Menteri Perdagangan Thomas Lembong. MTVN/Annisa Ayu Artanti.

Mendag Nilai Wajar Panasonic Tutup Pabrik

Dian Ihsan Siregar • 04 Februari 2016 14:00
medcom.id, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong mengakui, masalah PT Panasonic yang menutup pabriknya sangat lazim. Sebab, Indonesia masih banyak kekurangan, mulai dari sisi infrastruktur, iklim usaha dan investasi yang kurang bersahabat.
 
"Kita tentunya harus pelajari kekurangan yang ada, dari sisi infrastruktur, iklim usaha dan investasi kurang bersahabat. Regulasi pun berlebihan dan perizinan kita pun berkepanjangan. Jadi, kita harus profesional bahwa ada pabrik yang tutup dan pabrik yang buka itu lazim," kata Lembong ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2016).
 
Lembong menekankan, dunia usaha yang baru menutup ataupun membuka sangatlah lazim. Tapi, kondisi yang terjadi saat ini harus melihatnya secara keseluruhan, jangan dibuka hanya satu per satu saja. Agar bisa mengetahui masalah yang terjadi secara detail.

‎Perusahaan elektronik Jepang, menurut Lembong, sedang mengalami persaingan keras dengan perusahaan elektronik asal Korea Selatan. Alhasil, elektronik Jepang mengalami persaingan sengit. 
 
"Jadi di saat yang sama, mungkin sektor industri Jepang pindah dari elektronic appliance kepada barang lain seperti sensor optic, drone. Di saat yang sama electronic appliance lain dari Korea, Tiongkok masuk dan buat pabrik baru di sini. Itu yang membuat persaingan sangat ketat," pungkas Lembong.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan