Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji. Foto: Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji. Foto: Kementerian Perindustrian

Rumput Laut Indonesia Mau Dibawa Naik Kelas, Targetkan Jadi Nomor Satu Dunia

Annisa ayu artanti • 07 Oktober 2026 15:55
Ringkasnya gini..
  • Kemenperin menyiapkan ekosistem industri rumput laut untuk mendorong Indonesia menjadi produsen nomor satu dunia.
  • Rumput laut akan dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari pangan hingga farmasi dan bioplastik.
  • Pemerintah mendorong hilirisasi rumput laut melalui penguatan industri, investasi, riset, teknologi, dan rantai pasok.
Jakarta: Rumput laut selama ini mungkin lebih sering dibayangkan sebagai bahan makanan atau produk olahan sederhana. Padahal, komoditas laut ini punya peluang jauh lebih besar karena bisa diolah menjadi bahan baku untuk berbagai industri bernilai tinggi.

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, menyatakan Kemenperin siap menyiapkan ekosistem industri rumput laut agar produksi Indonesia dan seluruh hilirisasinya bisa menjadi yang nomor satu di dunia. 

“Insya Allah jajaran Kemenperin siap mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan ekosistem industri rumput laut ini sebagai satu potensi baru yang membanggakan kita semua,” kata Sarmuji peluncuran Integrated Seaweed Development Action Plan (ISDAP) 2026–2030 pada Selasa, 6 Oktober 2026, di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, dilansir dari laman Kementerian Perindustrian pada Rabu, 7 Oktober 2026, 

Kemenperin melihat rumput laut punya peluang masuk ke berbagai sektor industri. Selain pangan, komoditas ini dapat diolah menjadi agar dan karagenan serta dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, nutraceutical, biomaterial hingga bioplastik.

“Rumput laut memiliki peluang pemanfaatan yang luas, tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bahan baku berbagai produk bernilai tambah,” jelas Sarmuji. 

Karena itu, pengembangan rumput laut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong inovasi, membuka pasar baru, dan memperkuat daya saing produk Indonesia.

Potensi tersebut juga sejalan dengan kinerja industri pengolahan nasional. Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen, sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen, sementara 14 dari 15 subsektornya tercatat tumbuh positif.
   

Pemerintah Mau Bangun Ekosistem untuk Rumput Laut


Target Kemenperin tidak berhenti pada peningkatan produksi rumput laut mentah, tetapi juga ingin membangun rantai industri dari hulu sampai hilir agar komoditas ini menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

“Pengembangan industri tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan sentra produksi bahan baku di hulu serta industri pengguna dan pasar di hilir,” jelas Sarmuji. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan