Markplus Conference ke-12 Soroti Fenomena Pemasaran di 2018

Dian Ihsan Siregar 07 Desember 2017 15:00 WIB
mark plus
Markplus Conference ke-12 Soroti Fenomena Pemasaran di 2018
The MarkPlus Conference ke-12 di akhir 2017. Medcom/Dian IS.
Jakarta: Setelah sukses untuk ke-11 kalinya Markplus Inc kembali menyelenggarakan The MarkPlus Conference ke-12 di akhir 2017. Konferensi tersebut memfokuskan pembahasan mengenai tren dan fenomena pemasaran yang akan terjadi di Indonesia pada 2018.

Founder & Chairman Markplus Inc Hermawan Kartajaya menyatakan 2018 merupakan tahun yang sulit diprediksi dan membuat pebisnis pesimistis. Dia menilai di tahun ini sudah memasuki tahun politik untuk pemilihan presiden di 2019.

"Pada tahun depan, juga ada technology disruption yang telah dianggap menghancurkan beberapa perusahaan di Indonesia. Ekonomi tahun depan juga sulit ditebak, ada yang berpendapat lebih baik, ada juga yang mengatakan bahwa bisa terjadi krisis sepuluh tahunan," ungkap Hermawan dalam acara 'The Markplus Conference 2018' di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.


Adapun pada 2018, tutur Hermawan, sangat pas bila disebut dengan istilah Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA). Sebab, banyak hal yang tidak dapat diketahui pasti dan ada begitu banyak dinamika situasi dalam peperangan.

‎Untuk menghadapi situasi tersebut, dia mengaku, perlu tool yang dinamakan entrepreneurial marketing compass yang merupakan kombinasi antara marketing finance dan entrepreneurship.

"Financial compass bagaikan dashboard kapal yang menunjukkan situasi fundamental dan future korporasi kita. Apakah kita punya maalah di balance sheet, karena aset yang tidak produktif, income statement karena operasi yang merugi, cash flow karena aliran uang defisit, atau market cap kurang bagus sehingga tidak ada investor yang berminat," ‎tutur Hermawan.

Beberapa pembicara yang terlibat dalam The MarkPlus Conference 2018 yakni Menteri Pariwisata Arief Yahya, Managing Director Kapal Api Paulus I Nugroho, Sales &‎ Managing Director Pertamina Lubricant Andria Nusa, President Director Jiwsraya Hendrisman Rahim, dan CMO Go-Jek Indonesia Piotr Jakubowki.

Kemudian ada puula CEO JD.ID Zhang Li, CEO Inteouch Innovate Indonesia Ken‎dro Hendra, dan masih banyak lagi. The MarkPlus Conference 2018 juga menghadirkan sesi pembicara internasional, antara lain Global Halal Lifestyle Trends berama Prof. Jonathan Wilson dan Foresight: Where Will We Go yang dibawakan oleh Executive Director Kellog School og Management Robert C. Wolcott.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360