"Di tengah pemberlakuan pasar bebas, industri nasional harus mampu bersaing. Oleh karena itu, pemerintah bersama Apindo perlu membangun sinergitas yang kuat melalui pelaksanaan berbagai program dan kebijakan untuk memudahkan investor berusaha di Indonesia," ujar Saleh, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (15/4/2015).
Pembangunan industri nasional diklaim telah mencapai kemajuan yang cukup berarti. Bahkan, industri pengolahan nonmigas mampu tumbuh dan berkembang di tengah gejolak perekonomian nasional dan global.
"Di tengah situasi perekonomian nasional yang berat sepanjang 2015, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas mampu mencapai 5,04 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama sebesar 4,79 persen," imbuh dia.
Berdasarkan data World Bank sejak 2012-2016, kemudahan berusaha (ease of doing business) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Kemudahan bisnis itu diantaranya penyederhanaan perizinan, peningkatan kemudahan mendapatkan kredit dan pembayaran pajak.
"Hal ini mengindikasikan bahwa memulai bisnis di Indonesia sudah menjadi lebih mudah karena adanya berbagai kebijakan dan reformasi birokrasi dalam menarik minat penanam modal. Sebagai contoh adanya sistem pembayaran pajak online di Jakarta dan Surabaya," tutur Saleh.
Sementara itu, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengakui seriusnya pemerintah menggerakkan ekonomi nasional dan memperkuat industri. Ini terlihat dari gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah dan terobosan-terobosan melalui paket-paket kebijakan.
"Ke depan, sinergi Apindo dengan pemerintah terus dilakukan untuk mempercepat realisasi pertumbuhan ekonomi. Target kita bukan hanya pertumbuhan tetapi juga menjadi pemimpin ekonomi di Indonesia. Tantangan ke depan ialah mewujudkan potensi ekonomi Indonesia menghasilkan produk riil," tegas dia.
Dia menambahkan, peran Apindo terus dinanti baik kiprah dan manfaat oleh masyarakat untuk berkontribusi lebih besar. "Optimisme, inisiatif berusaha dan sinergi dengan pemerintah diharapkan memacu pengembangan industri di tengah ekonomi global yang masih penuh tantangan," tutup Hariyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News