Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Gabung LinkAja, KAI Tunggu Arahan Menteri BUMN

Ekonomi pt kai LinkAja
Suci Sedya Utami • 15 Mei 2019 11:27
Jakarta: PT KAI (Persero) menyatakan minatnya untuk masuk sebagai pemegang saham platform LinkAja. Namun keinginan tersebut tentunya menunggu penugasan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
 
"Kalau punya saham atau enggak kan ibu menteri yang kasih. Kalau ditawarkan mau dong," kata Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa malam, 14 Mei 2019.
 
Terkait pendanaan, Edi mengatakan saat ini masih terus dibahas. Dia bilang secara prinsip LinkAja merupakan milik BUMN. Dia bilang KAI sebagai anak usaha BUMN pun diundang untuk ikut berpartisipasi di platform tersebut sebagai bagian dari sinergi BUMN.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum sampai ke situ karena besarannya juga belum dibicarakan, kan hanya baru ada sinyal bahwa kemungkinan KAI nantinya dikasih share," jelas Edi.
 
Tidak hanya KAI saja yang belum menganggarkan dana untuk suntikan modal awal ke PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga belum memutuskan hal tersebut karena hal yang sama. Terlebih, selain KAI, PT Jasa Marga (Persero) Tbk digadang-gadang bakal masuk sebagai pemegang saham Finarya.
 
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni beberapa hari yang lalu. Baiquni mengatakan, perkembangan LinkAja sangat menggembirakan karena potensinya sangat besar. "Transaksi uang elektronik di jalan tol mencapai empat juta transaksi, sedangkan di commuter line mencapai satu juta transaksi per hari," kata Baiquni.
 
Sebelum Jasa Marga dan KAI tertarik untuk masuk sebagai pemegang saham, Finarya, perusahaan pengelola platform LinkAja bakal dimiliki oleh beberapa perusahaan pelat merah. Telkomsel akan menguasai 25 persen saham. BNI, bersama BRI dan Mandiri masing-masing memegang 20 persen. Sementara BTN memegang tujuh persen Sisanya, akan dibagi untuk Pertamina, Jiwasraya, dan Danareksa.
 
Meski belum bisa memastikan besaran suntikan modal dan porsi saham di Finarya, namun Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidarta mengatakan, pihaknya sebenanya sudah menyiapkan dana untuk menyuntikkan modal ke Finarya meski dia tidak menyebutkan besarannya. "Kita sudah siapkan, enggak terlalu lama, kita tinggal tunggu perintah Juni," kata Herry.
 
LinkAja merupakan gabungan dari aplikasi pembayaran milik BUMN. Di antaranya TCash dari Telekomunikasi Selular (Telkomsel), TBank dan MyQR milik Bank Rakyat Indonesia (BRI), e-cash dari Bank Mandiri, serta yap! dan UnikQu dari Bank Negara Indonesia (BNI). (Media Indonesia)
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif