Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (tengah) bersama dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (tengah) bersama dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Bulog)

Bulog Amankan Pasokan dan Harga Pangan

Ekonomi beras stok beras bulog
Angga Bratadharma • 11 Desember 2018 13:00
Jakarta: Perum Bulog terus melakukan stabilisasi harga melalui Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di seluruh wilayah di Indonesia. Jauh sebelum masa akhir 2018, Bulog telah mempersiapkan stok yang cukup banyak dan dapat dimanfaatkan pada kegiatan stabilisasi pangan secara masif bila diperlukan.
 
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan stabilisasi harga dilakukan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Adapun stabilisasi di sisi hilir dilakukan melalui channel grosir dan eceran untuk memperluas penyebaran komoditas yang dikelola Bulog. Di 2018 ini Bulog mendapat cukup banyak penugasan penyerapan komoditas dalam negeri dan luar negeri.
 
"Yang menjadi faktor pendorong besarnya tingkat stok yang dikelola Bulog. Level stok Bulog saat ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan stabilisasi pangan hingga beberapa bulan ke depan," kata Budi Waseso, seperti dikutip dari ketarangan resminya, di Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekretaris Perusahaan Bulog Siti Kuwati menambahkan di 2019 Bulog tetap berkomitmen menjalankan amanah pemerintah yang akan direalisasikan secara intensif melalui program KPSH dan penyaluran Bansos Rastra sebagai penugasan stabilisasi pasokan, dan harga bahan pangan pokok nasional terutama beras di tingkat konsumen.
 
Bulog, lanjut Siti, akan melakukan skema kegiatan komersial untuk mendukung kegiatan penugasan pemerintah melalui kebijakan penyediaan bahan pangan pokok murah dan berkualitas kepada masyarakat sehingga meningkatkan akses pangan yang kuat kepada seluruh lapisan masyarakat.
 
"Agar stok beras dapat dipasok ke pasar secara masif, Bulog memperluas jaringan dan titik distribusi sampai dengan titik kantor kelurahan/desa, pemukiman padat penduduk, maupun warung/toko tingkat desa yang merupakan Rumah Pangan Kita (RPK) atau jaringan pengecer binaan bisnis komersial Bulog," pungkas Siti Kuwati.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif