"Kemenperin telah menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi SDM sesuai kebutuhan industri, terutama untuk kesiapan memasuki era industri 4.0. Dalam hal ini, kami aktif mengajak keterlibatan industri agar mendukung program tersebut, seperti melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.
Program pendidikan vokasi link and match telah mengolaborasikan 1.032 industri dengan 2.612 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dluncurkan sejak 2017. Upaya ini masuk dalam program penyediaan satu juta tenaga kerja tersertifikasi sampai 2019.
Penyelarasan juga telah dilakukan pada 35 program studi. Sehingga para siswa bisa lebih awal mengetahui penerapan teknologi industri 4.0. "Program studi itu antara lain teknik ototronik dan teknik audio video. Ini yang sedang dibutuhkan oleh sektor industri otomotif. Kemudian, ada juga teknik robotik, yang selama ini kita belum punya," sebutnya.
Menurut Menperin SDM adalah kunci untuk mencapai kesuksesan pelaksanaan Making Indonesia 4.0, yang aspirasi besarnya dalam mewujudkan Indonesia masuk jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada 2030. Dengan SDM yang kompeten, industri akan lebih produktif dan berdaya saing.
"Maka itu, Bapak Presiden Joko Widodo menginstruksikan mulai tahun ini fokus pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas SDM. Ini menjadi potensi besar bagi Indonesia ke depan," paparnya.
Pelaku industri terus didorong untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi serta aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. Pemerintah akan meluncurkan insentif super deductible tax yang diyakini bakal menciptakan tenaga kerja industri yang kompeten serta menghasilkan inovasi produk.
"Aturan ini berlaku apabila perusahaan bekerja sama dengan SMK, dengan memberikan pelatihan dan pembinaan vokasi serta penyediaan alat industri hingga kegiatan pemagangan. Misalnya, perusahaan menghabiskan biaya Rp1 miliar, maka pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak sebesar Rp2 miliar kepada perusahaan tersebut dalam periode tertentu," paparnya.
Airlangga meyakini program penyediaan tenaga kerja yang kompeten menjadi magnet bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dalam hal ini, Kemenperin memfasilitasi pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri.
"Tumbuhnya industri juga akan menambah lapangan kerja. Ini yang dapat mendorong perekonomian nasional," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News