Direktur Utama PNM Arief Mulyadi (tengah). FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi (tengah). FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin

PNM Catat Pembiayaan Mekaar Capai Rp17,5 Triliun

Ekonomi Permodalan Nasional Madani
Husen Miftahudin • 22 November 2019 13:05
Jakarta: PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatat jumlah nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) hingga 21 November 2019 mencapai 5,8 juta orang. Penyaluran pinjaman Mekaar merupakan upaya dalam memberdayakan masyarakat prasejahtera pelaku usaha mikro.
 
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan jumlah pembiayaan yang disalurkan PNM mencapai sebanyak Rp17,5 triliun dengan total outstanding mencapai Rp10,6 triliun.
 
"Nasabah Mekaar didampingi oleh 30.805 Account Officer (AO) atau tenaga pendamping lapangan yang tersebar di 2.169 kantor layanan di seluruh Indonesia," ujar Arief, dalam bincang media di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 22 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Mekaar, Arief menjelaskan, perkembangan produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Akumulasi pinjaman solusi pengembangan usaha bagi pelaku UMKM itu mencapai sebesar Rp25,5 triliun dengan nilai outstanding Rp6,7 triliun.
 
"PNM memiliki 73.172 nasabah aktif ULaMM yang dilayani di 690 kantor layanan," bebernya. Hingga saat ini PNM memiliki total asset sebanyak Rp24,8 triliun dengan total liabilitas sebesar Rp21,1 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp2,8 triliun.
 
Tahun ini, lanjutnya, PNM juga menorehkan kenaikan peringkat dari idA menjadi idA+ (single A plus; stable outlook) atas perusahaan, obligasi berkelanjutan, sukuk mudharabah dan medium term notes. Pemeringkatan ini diberikan oleh Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan berlaku untuk periode 23 Oktober 2019 sampai dengan 1 Mei 2020.
 
Strategi PNM untuk melepas obligasi berkelanjutan III tahap II tahun ini ke pasar dengan jumlah pokok sebesar Rp1,35 triliun yang terdiri atas Seri A dengan obligasi yang ditawarkan sebesar Rp586,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,40 persen per tahun. Jangka waktu obligasi Seri A adalah tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi.
 
Seri B, jumlah obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp763,5 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75 persen. Jangka waktu obligasi seri B adalah lima tahun terhitung sejak tanggal emisi.
 
"Untuk Join Lead Underwriter (JLU), obligasi ini akan dilakukan oleh PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas," pungkas Arief.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif