?Menteri Susi Pudjiastuti menggenjot digitalisasi UMKM kelautan dan perikanan. Dok KKP.
?Menteri Susi Pudjiastuti menggenjot digitalisasi UMKM kelautan dan perikanan. Dok KKP.

Menteri Susi Genjot Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

Ekonomi susi pudjiastuti kelautan dan perikanan umkm
Husen Miftahudin • 13 September 2019 06:23
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan dan perikanan. Upaya tersebut untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM kelautan dan perikanan untuk menghadapi pasar yang berbasis teknologi digital.
 
Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi informasi para pelaku UMKM dan menyelenggarakan Marine and Fisheries Business and Investment Forum. Forum tersebut mempertemukan para pelaku UMKM kelautan dan perikanan dengan perbankan, perusahaan jasa pengiriman, BUMN perikanan, serta pelaku e-comerce.
 
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap para pelaku UMKM membuka jejaring baru dan meningkatan profil usaha. Ia juga ingin membantu para pelaku UMKM kelautan dan perikanan meningkatkan nilai jual produk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Platform KKP itu memang kita ingin membantu ibu-ibu non nelayan yang bisa membantu bapak-bapak nelayan untuk lebih bisa menaikkan nilai ikannya," ujar Susi dalam kerangan tertulis, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
Menurut Susi, kehadiran berbagai start-up unicorn bidang e-commerce di Indonesia seperti Tokopedia dan Bukalapak memberi kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produknya secara lebih luas. Susi berharap para pelaku usaha kelautan dan perikanan memanfaatkan peluang ini untuk memperluas pasarnya.
 
"Saya berharap kerja sama digital company ini bisa membuat pasar menjadi lebih aksesibel di mana saja dan kapan saja untuk para pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan," tutur dia.
 
Sementara untuk distribusi produk, para pelaku usaha dapat memanfaatkan sejumlah layanan seperti Go-Jek dan SiCepat untuk memperluas pasarnya. Ke depannya, Susi berharap PT Pos juga bisa melakukan terobosan agar bisa ikut mendistribusikan produk perikanan.
 
"Jangan hanya mengirimkan kertas saja, kirimkan ikan ke mana-mana. Fish by mail. Terobosan-terobosan begitu dimungkinkan dengan platform digital," cetusnya.
 
Menteri Susi juga berpesan agar platform e-commercetidak menjual produk-produk yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah. Misalnya, komoditi perikanan yang dilindungi seperti terumbu karang dan benih lobster tidak boleh diperjualbelikan. Selain itu, produk yang dapat merusak ekosistem laut seperti setrum ikan juga tidak boleh dijual
 
"Dengan digitalisasi, saya harapkan jangan sampai yang dijual adalah alat setrum ikan yang bikin sumber ikannya hancur, yang menghancurkan sumber mata pencahariannya sendiri," pesan Susi.
 
Untuk itu, Susi juga mengingatkan anak buahnya di KKP agar turut memberikan pendampingan tentang komoditi yang boleh diperjualbelikan dan dilarang. "Kementerian Kelautan dan Perikanan berkewajiban memberikan aturan, standardisasi, apa yang boleh dan tidak boleh. Jangan sampai binatang langka yang sudah masuk CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora)diperjualbelikan digital," tegas dia.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif