Pesawat Airbus A330-900neo Garuda Indonesia. Foto: Instagram Garuda.
Pesawat Airbus A330-900neo Garuda Indonesia. Foto: Instagram Garuda.

Terlibat Penyelundupan, Erick Thohir Minta Direksi Garuda Mundur

Ekonomi garuda indonesia harley-davidson
Suci Sedya Utami • 04 Desember 2019 12:47
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta direksi Garuda Indonesia yang terlibat dalam kasus penggelapan komponen atau sparepart Harley-Davidson dalam pesawat baru milik maskapai tersebut untuk mundur.
 
Erick mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu audit yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Erick mempercayakan kasus tersebut pada otoritas terkait.
 
Dia menegaskan jika dalam audit tersebut terdapat temuan yang benar seperti yang dilaporkan, maka dirinya tidak ragu untuk mencopot direksi tersebut dari jabatannya. Namun demikian Erick menegaskan saat ini dirinya masih berpegang pada asas praduga tidak bersalah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya belum ada rencana untuk mencopot, kita lihat proses dari pada yang saat ini. Kalau benar-benar (seperti yang dilaporkan) harus dicopot, tapi yang lebih baik sebelum ketahuan mengundurkan diri," kata Erick ditemui di Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Sementara itu manajemen Garuda Indonesia mengklaim onderdil Harley-Davidson dan dua unit sepeda Brompton yang diduga diselundupkan menggunakan Airbus A330-900 bukan milik direksi perusahaan.
 
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan barang-barang tersebut milik salah satu petugas on board yang saat itu bertugas untuk menjemput armada baru perusahaan yang didatangkan dari Toulouse, Prancis.
 
"Bukan (direksi). Tapi dia petugas yang memang menjemput pesawat dari sana. Jadi dia petugas yang on board dalam pesawat," kata Ikhsan.
 
Meski di dalam pesawat tersebut terdapat perwakilan direksi, mereka seakan tutup mata soal upaya penyelundupan tersebut. Perwakilan direksi itu ditugaskan ke Toulouse untuk menyaksikan serah terima pesawat tersebut.
 
Ikhsan mengatakan barang tersebut merupakan tanggung jawab penumpang atau petugas yang membawa onderdil Harley-Davidson dan sepeda Brompton tersebut. Hal ini bukan tanggung jawab perusahaan.
 
"Kita tidak melihat itu tanggung jawab perusahaan secara umum. Tapi dia bawaan individu masing-masing," ucap dia.
 
Akibatnya, Ikhsan menuturkan karyawan tersebut besedia mengikuti aturan yang berlaku.
 
"Dalam kaitan itu petugas yang on board dalam pesawat akan mengikuti aturan sepenuhnya dari bea cukai. Akan memenuhi. kalau harus membayar bea masuk, pajak akan dibayarkan. Kalau harus melakukan reekspor, akan dilakukan reekspor," tukas dia.
 
Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menginvestigasi temuan sparepart Harley-Davidson yang ada di pesawat baru milik Garuda Indonesia. Menurutnya, ini merupakan salah satu modus penyelundupan.
 
"Kita memahami modus-modus untuk penyelundupan itu terjadi dengan berbagai cara," kata Sri Mulyani ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Dirinya menambahkan setiap kali pemerintah melakukan pengetatan kebijakan akan selalu ada percobaan untuk melakukan penyelundupan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara berbagai pihak tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.
 
"Karena memang pekerjaan mereka menyelundup, jadi kalau perubahan policy peningkatan kewaspadaan ya mereka juga akan makin canggih, jadi kita akan memperbaiki penanganan kita, intelijen kita, pajak dan bea cukai akan bersama-sama," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif