Vape. Foto : Medcom.id.
Vape. Foto : Medcom.id.

Appnindo Minta Pemerintah Atur Kelangsungan Industri Vape

Ekonomi president joko widodo rokok elektrik
Ilham wibowo • 12 Februari 2020 17:50
Jakarta: Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (Appnindo) mengharapkan pemerintah bisa memberikan jaminan kepastian berusaha terhadap industri vape atau rokok elektrik yang proporsional di Indonesia. Adanya regulasi diyakini bakal ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Ketua Umum Appnindo Syaiful Hayat mengatakan eksistensi Industri Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) segmen penghantar nikotin elektronik ini mestinya bisa dilihat secara seimbang lantaran memiliki sisi positif. Para pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasi juga bakal patuh menjalankan seluruh ketentuan.
 
"Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah serta semua pemangku kepentingan, mendorong diskusi dan kolaborasi guna terbentuknya kerangka kebijakan dan regulasi yang tepat sasaran sehingga memberikan jaminan kepastian berusaha bagi pelaku bisnis di industri penghantar nikotin elektronik di Indonesia," ucap Syaiful dalam sebuah diskusi di kawasan M Bloc Space, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menuturkan rumuskan kebijakan yang berimbang bakal terus didorong misalnya dalam penelitian ilmiah untuk produk penghantar nikotin. Edukasi dan sosialisasi
kepada masyarakat seputar industri penghantar nikotin elektronik juga menjadi penting ditengah penolakan yang disampaikan oleh beberapa pihak.
 
"Isu berkembang luar biasa, bahkan cenderung hoaksnya yang luar biasa, vape itu sendiri sudah banyak digunakan data terkahir ada dua juta vapers," ungkapnya.
 
Ia manambahkan dalam beberapa tahun terakhir potensi pertumbuhan bisnis penghantar nikotin elektronik di Indonesia naik secara signifikan. Tercatat, industri ini telah memberikan kontribusi sebesar Rp154,1 miliar di 2018 dan bertumbuh hingga Rp426 miliar di 2019.
 
Sekretaris Jenderal Appnindo Roy Lefrans menuturkan pihaknya akan terdepan untuk memfasilitasi penyampaian informasi kepada masyarakat seputar industri penghantar nikotin elektronik dan memberikan mereka akses kepada informasi yang akurat. Sebagai hasil inovasi terbaru, program edukasi bagi konsumen dan masyarakat umum tentang pengetahuan mendasar dan lanjutan seputar produk tembakau alternatif serta penghantar nikotin elektronik perlu dilakukan.
 
"Ini guna menghindari stigma yang keliru di kalangan masyarakat akibat penyalahgunaan dan peredaran produk-produk ilegal yang dikaitkan dengan penghantar
nikotin elektronik,” tuturnya.
 
Roy menuturkan rumusan regulasi perlu memperhatikan investasi dalam penelitian ilmiah dan studi tentang produk penghantar nikotin elektronik terutama di Indonesia sebagai masukan penting untuk penyusunan aturan dan kebijakan. Pengaturan industri HPTL khususnya produk penghantar nikotin elektronik jug aperlu diatur berdasarkan emisi dan profil risikonya.
 
"Seperti bagaimana pemerintah memberlakukan pengaturan mobil listrik ketika dibandingkan dengan mobil yang menggunakan mesin pembakaran," ucap Roy.
 
Selain itu, lanjut dia, partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi konstruktif untuk merancang dan merumuskan kebijakan sebagai sarana untuk terus memaksimalkan pertumbuhan industri. Komitmen penting untuk mencegah akses bagi anak-anak dan remaja di bawah umur 18 tahun, serta non-perokok, untuk mendapatkan produk-produk penghantar nikotin elektronik.
 
"Kami berharap, industri ini dapat terus berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, melalui kerja sama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif