Mensos Juliari P Batubara menyosialisasikan program Sembako Murah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Mensos Juliari P Batubara menyosialisasikan program Sembako Murah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Program Sembako Murah Dinilai Lebih Baik dan Lengkap

Ekonomi Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 13 Februari 2020 14:43
Takalar: Warga penerima bantuan sosial (bansos) atau disebut keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tak mampu membendung suka cita dan syukur menyambut program Sembako Murah dari Kementerian Sosial (Kemensos).
 
Para KPM senang karena terdapat penambahan indeks bantuan pada program Sembako Murah. Komoditas pangan yang diberikan juga bertambah.
 
Pada format sebelumnya (Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT), nilai bantuannya Rp110 ribu per KPM untuk mendapatkan beras dan telur. Pada program Sembako Murah, nilai bantuan naik menjadi Rp150 ribu per KPM untuk mendapatkan beras, telur, ikan, ayam, daging, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para KPM berbondong-bondong mendatangi e-Warong Agen Mandiri Toko Nursita Indah, di Desa Pattoppakang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Terdapat 260 KPM yang tercatat di Desa Pattoppakang.
 
Program Sembako Murah Dinilai Lebih Baik dan Lengkap
(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

 
Pembelian sembako menggunakan mekanisme uang elektronik dengan alat pembayaran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). KPM mendapatkan pengalaman bertransaksi menggunakan mesin EDC dan mereka bebas menentukan bahan pangan apa saja yang mau dibeli sesuai kebutuhan.
 
Pantauan Medcom.id di lokasi, banyak KPM yang membeli daging ayam. Selain ayam, beras, dan telur menjadi komoditas lain yang paling banyak dibeli. Ada juga yang membeli tempe dan jagung.
 
Dewi, salah satu KPM dari Desa Pattoppakang menuturkan, harga ayam yang disediakan di e-Warong lebih murah ketimbang di pasar. Sebagai perbandingan, di e-Warong harga ayam Rp40 ribu per ekor. Sementara, di pasar lebih mahal. Harga ayam Rp60 ribu per ekor.
 
Program Sembako Murah Dinilai Lebih Baik dan Lengkap
(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Selama ini Dewi mengaku jarang mengonsumsi ayam di rumah. Dia lebih sering memasak sayur untuk disantap bersama suami dan anaknya. "Di rumah menanam daun kelor dan kangkung. Jadi lebih sering makan sayur," tuturnya.
 
Suka cita menerima bantuan daging ayam juga diungkapkan oleh Nurlia. Dia mengaku lebih sering makan ikan asin daripada ayam. "Daging ayamnya mau digoreng dan dibikin sup. Telurnya juga mau digoreng dan dibikin sup," kata Nurlia.
 
Mayoritas KPM sepakat program Sembako Murah lebih baik ketimbang program sebelumnya, Beras Sejahtera (Rastra). Sebab, KPM hanya mendapatkan beras saja.
 
Program Sembako Murah Dinilai Lebih Baik dan Lengkap
(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Sekarang ini lebih baik karena lebih banyak pilihan. Ada ayam dan sayur-sayuran," ujar KPM lainnya, Siti Faridah.
 
Sebagian KPM merasa sudah puas dengan program Sembako Murah. Namun ada juga yang berharap ke depannya pemerintah masih mau menambah bantuan bahan pangan.
 
"Sekarang sudah bagus. Kalau mau ditambah lagi, ya Alhamdulillah," kata Dewi.


 
Inspiratif, Kisah KPM Graduasi


Program bansos dari Kemensos telah mengentaskan sejumlah KPM dari kemiskinan sehingga tidak perlu lagi menerima bantuan karena taraf hidupnya telah meningkat (graduasi). Sarintan den Loteng, misalnya.
 
Sarintan merupakan KPM yang mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sejak 2007. Dia mendapatkan uang bantuan rata-rata sebesar Rp600 ribu per tiga bulan. Nilai uang bantuan bisa bertambah jika sedang hamil.
 
Selain itu, ibu tiga anak itu juga pernah mendapatkan bantuan beras miskin (raskin) yang kemudian berubah menjadi beras sejahtera (rastra). Pada 2020, Sarintan dinilai mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, sehingga layak untuk graduasi.
 
"Sekarang, Alhamdulillah baik-baik saja. Semoga tidak lagi seperti dulu," katanya.
 
Sebelum mendapatkan bantuan PKH, kehidupan Sarintan jauh dari kata bahagia. Sangat sulit untuk memikirkan biaya hidup. Penghasilan suami sebagai tukang becak pada waktu itu juga belum cukup untuk menafkahi keluarganya.
 
"Dulu, masalah kehidupan susah sekali," tutur Sarintan.
 
Program Sembako Murah Dinilai Lebih Baik dan Lengkap
(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Untuk membantu membiayai hidup anak-anaknya, Sarintan sudah pergi sejak jam lima pagi untuk berjualan sayur dan buah-buahan hingga pukul satu siang. Dia jarang bertemu anaknya.
 
Begitu mendapatkan bantuan dari program PKH, semua dana yang dia dapat digunakan untuk membeli peralatan sekolah anak-anaknya. Misalnya seragam dan uang jajan.
 
Lambat laun, dana dari program PKH turut digunakan untuk mengembangkan usahanya berdagang sayur-sayuran dan buah-buahan. Alhasil, suaminya beralih profesi menjadi pedagang sayur dan buah di Pasar Lengkes.
 
Seiring berjalannya waktu, usahanya berkembang. Bahkan Sarintan mengaku suka berganti motor untuk kebutuhannya mengantar barang dagangan.
 
Program Sembako Murah Dinilai Lebih Baik dan Lengkap
(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Lalu, keberuntungan selalu menghampiri mereka. Tanpa disangka, mereka bisa mendapatkan kredit usaha rakyat dari Bank Mandiri sebesar Ro100 juta. Tentunya hal ini membuat usaha mereka melejit.
 
Sebelumnya, mereka mendapatkan KUR dari Bank BRI. "Awalnya kami minta Rp3 juta, naik Rp5 juta. Kemudian Rp25 juta. Saat naik di atas Rp25 juta, Bank BRI tidak mau. Kami ke Mandiri awalnya minta Rp50 jutaan. Malah ditawari Rp100 juta," ujarnya.
 
KUR yang didapat dari Bank Mandiri menjadi titik balik kehidupan Sarintan. Dia hanya berharap nasib baik ini dapat terus dipertahankan.
 
"Sekarang kami bisa membiayai anak-anak kami. Semoga apa yang terjadi dulu tidak terulang lagi," ucapnya.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif