Selain meningkatkan kualitas, DJKN Kementerian Keuangan juga mengembangkan e-Auction lelang.go.id (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Selain meningkatkan kualitas, DJKN Kementerian Keuangan juga mengembangkan e-Auction lelang.go.id (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Adaptasi Lelang Menuju Era Digital

Ekonomi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Anggi Tondi Martaon • 20 Maret 2019 12:31
Jakarta: Sistem jual beli melalui lelang cukup diminati oleh masyarakat. Tren aktivitas lelang setiap tahun terus meningkat.
 
"Sekarang makin bagus. Dari data statistik, target yang ditetapkan dari tahun ke tahun terus meningkat. Kemudian, dari sisi PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) itu terus meningkat," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, dalam diskusi panel Eksistensi Lelang pada Era Digital, di Komplek Perkantoran Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2109.
 
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, kontribusi lelang terhadap pendapatan negara pada 2018 mencapai Rp1.420 miliar. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan tahun 2017, yaitu Rp1.207 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, untuk frekuensi lelang pada 2018 mencapai 53.733. Angka tersebut sedikit turun jika dibandingkan 2017, yaitu 56.053.
 
"Mungkin frekuensi menurun tahun lalu, tapi itu bukan indikasi kurangnya minat. Itu karena kita berusaha meningkatkan kualitas lelang," ujarnya.
 
Isa menjelaskan, peningkatan kualitas dilakukan agar barang yang dilelang laku dijual. Terbukti, tingkat kelakuan barang yang dilelang pada 2018 melebihi target yang ditetapkan, di atas 30 persen.
 
"Itu menunjukkan upaya meningkatkan kualitas lelang tercapai," katanya.
 
Diharapkan, dengan perbaikan kualitas itu semakin meningkatkan minat masyarakat mengikuti lelang. Sebab, lelang dianggap sebagai salah satu upaya penuntasan masalah hukum dan siklus pengelolaan kekayaan negara.
 
Adaptasi Lelang Menuju Era Digital
Direktur Lelang DJKN Lukman Efendi (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
 
Selain peningkatan kualitas, DJKN Kementerian Keuangan juga mengembangkan e-Auction lelang.go.id. Platform yang dirilis pada September 2018, bisa digunakan sebagai sumber informasi kegiatan lelang di seluruh Indonesia.
 
"Misalnya, katakanlah di Pematangsiantar, bisa dilihat oleh calon pembeli di Papua. Melalui aplikasi itu, dia bisa melihat ada lelang apa saja dan di mana saja. Nah, itu yang akan membuat eksposur lelang itu sendiri sudah menjadi luas," kata Isa.
 
Adaptasi Lelang Menuju Era Digital
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
 
Selain sumber informasi, lelang.go.id juga sebagai bentuk adaptasi dengan perkembangan teknologi. Kegiatan lelang bisa dilakukan oleh peserta di mana saja tanpa harus hadir di lokasi.
 
Upaya adaptasi tersebut disambut baik oleh berbagai pihak. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Bidang Kebijakan Umum iDEA Even Alex Chandra.
 
Alex mengatakan, potensi lelang online cukup besar. Bahkan, peningkatan lelang online tingkat global mencapai 7,2 persen pada 2018-2020.
 
"Jadi, potensi memang besar. Sudah tinggal waktunya, bapak ibu tinggal mengesahkan RUU Lelang supaya masuk e-commerce," kata Alex.
 
Alex menyebutkan kendala lelang online juga cukup banyak. Misalnya, meyakinkan pembeli bahwa barang yang dijual sesuai spesifikasi, aktivitas lelang bukan penipuan, dan kredibilitas pelelang harus terjamin.
 
"Pertanyaan pertanyaan ini yang harus dijawab," ujar dia.
 

Upaya Bertahan di Tengah Perubahan
 
Seperti diketahui, revolusi teknologi 4.0 berpengaruh banyak terhadap aspek kehidupan, termasuk sektor lelang. Sistem konvensional perlahan harus diubah.
 
"Bisnis konvensional pelan-pelan akan berubah. Begitu juga dengan lelang. Jadi harus mulai bertranfomasi ke internet," kata Ketua Persatuan Balai Lelang Indonesia (Perbali) Doxa Manurung.
 
Doxa menyebutkan, beberapa negara sudah mulai mentransformasi lelang secara online. Perubahan tersebut harus segera diadaptasi oleh Indonesia.
 
"Saya terus mendorong teman-teman saya ke dunia digital," sebut dia.
 
Doxa mengatakan, banyak kendala yang dihadapi dalam setiap proses adaptasi. Salah satunya, regulasi. Namun, jangan sampai kendala itu justru menghambat penyesuaian yang dilakukan
 
"Balai lelang tidak usah menunggu. Tetap harus berubah sambil menunggu aturan. Jangan sampai seperti nasib transportasi umum," katanya.
 
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Lelang DJKN Lukman Efendi. Menurutnya, semua pihak tidak boleh terpaku dengan pola kerja yang lama.
 
"Kita harus mengubah pola pikir dan perilaku agar tidak tenggelam karena tergilas oleh perubahan yang begitu cepat," kata Lukman.
 
Oleh karena itu, Lukman menyebutkan saat ini pihaknya terus melakukan penyesuaian. Salah satunya melalui lelang.go.id. "Inilah yang dilakukan oleh Balai Lelang menyikapi perubahan teknologi," ujar dia.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif