Luhut Tegaskan Tak Boleh Ekspor Bahan Mentah
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Indonesia berkomitmen untuk memberi nilai tambah pada barang ekspor seiring aturan meningkatkan komponen dalam negeri (TKDN).

"Untuk raw materials, sekarang dengan TKDN enggak bisa. Semua harus punya nilai tambah," kata dia dalam diskusi bersama Dewan Riset Nasional, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Luhut mencontohkan efek dari impor minyak mentah di tengah produksi minyak yang terus menurun, sehingga berimbas pada tingginya neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

"Masa kita terus impor crude oil, itu yang bikin CAD kita tinggi. Tapi sekarang kita bisa ganti dengan CPO. Pak Presiden tanya ke BPPT, bisa enggak bikin B100, kata Pak Natsir (Menristekdikti) bisa kok. Saya bilang tahun depan terobos saja," cetus dia.

Pada kesempatan yang sama Luhut bercerita soal proyek Bandara Kertajati. Dia mensyaratkan bahan baku untuk pembangunan harus dari lokal. Menurut dia, generasi muda yang punya potensi berinovasi harus ditantang demi terwujudnya TKDN.

"Proyek Kertajati itu yang mengerjakan anak-anak muda. Awalnya mereka menghemat tidak banyak, cuma Rp13 triliun, teknologinya semua maunya impor, tapi saya bilang enggak (bisa). Setelah dikumpulkan dan lakukan riset, bisa anak-anak itu berinovasi," kata dia.

Senada dengan Luhut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan para pengusaha perlu meningkatkan TKDN. Hal ini untuk mengurangi impor bahan baku di tengah ketidakpastian global yang meningkat belakangan ini.

"Bagaimana mengalihkan barang yang biasa impor dengan menggunakan dalam negeri, itu mengenai TKDN yang selama ini sudah dilakukan namun belum optimal," kata dia, belum lama ini.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id