Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Alviansyah)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Alviansyah)

Beri Keuntungan Peternak dan Pedagang, Harga Daging Sulit Turun

Husen Miftahudin • 27 April 2016 11:46
medcom.id, Tangerang: Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada menteri terkait untuk menurunkan harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan Lebaran, utamanya daging. Pria asal Solo tersebut meminta agar harga daging saat puasa dan Lebaran sebesar Rp80 ribu per kilogram (kg) atau turun lebih dari 30 persen dari harga sat ini sebesar Rp120 ribu per kg.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong mengaku kesulitan untuk menurunkan harga daging di saat masa kritis seperti puasa dan Lebaran. Karena di masa kritis tersebut, para peternak, petani, dan pedagang justru menikmati keuntungan yang cukup besar.
 
"Masa bulan puasa dan Lebaran itu saatnya mereka profit, saatnya mereka untung. Keuntungan di hari-hari raya untuk menutup kerugian mereka di sisa tahun," ujar Tom, usai menghadiri Indonesia E-Commerce Summit and Expo (IISE), di ICE Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Rabu (27/4/2016).

Namun demikian, dia berharap agar keuntungan yang didapat petani, peternak, dan pedagang tidak terlalu tinggi sehingga membuat lonjakan pada harga bahan pokok. Karena lonjakan ini malah justru merugikan masyarakat yang mengakibatkan tak stabilitasnya perekonomian nasional.
 
"Kita tidak menginginkan lonjakan yang luar biasa karena itu merugikan masyarakat. Tapi di lain sisi, kita menyadari bahwa petani, peternak itu memerlukan sedikit kenaikan harga karena ini saatnya mereka panen. Jadi keseimbangan ini yang kita jaga," tuturnya.
 
Dalam menjaga keseimbangan ketersediaan dan kebutuhan pangan, pemerintah bakal mempererat koordinasi dan kerja sama antarkementerian. Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) diharap kerja sama untuk menjaga harga bahan kebutuhan pokok tetap stabil selama puasa dan Lebaran.
 
"Kita tentunya harus mempererat kerja sama atau koordinasi dengan Kementan, Bulog melalui Kementerian BUMN supaya menjamin tingkat stok dan juga lokasi stok yang sesuai. Fokusnya kan masih 2,5 bulan lagi, masih banyak waktu untuk koordinasi dan pelaksanaannya," tegas Tom.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan