Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Kautsar Widya)

Darmin Tagih Janji Maskapai Turunkan Harga

Ekonomi bisnis maskapai Tarif Tiket Pesawat
Suci Sedya Utami • 28 Juni 2019 16:43
Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution siap menagih janji maskapai penerbangan untuk menurunkan harga tiket pesawat.
 
Penagihan tersebut bakal dilakukan apabila hingga pekan depan atau 1 Juli 2019 masih ada maskapai yang ingkar janji menurunkan harga. Darmin mengatakan sejak pemerintah meminta maskapai untuk menurunkan tarif, sudah ada yang melaksanakan permintaan tersebut.
 
"Tunggu saja Senin, kalau enggak ya kita tagih. Ada yang sudah lapor menurunkan, tapi kalau yang belum kita tagih," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah, kata mantan Gubernur Bank Indonesia ini, ingin mengecek komitmen para maskapai dalam menurunkan tiket pesawat yang selama ini dianggap memberatkan masyarakat karena menaikkan harga terlalu tinggi.
 
Di sisi lain pemerintah juga akan memberikan insentif fiskal untuk perusahaan aviasi sebagai upaya menurunkan harga tiket pesawat. Darmin mengatakan telah menandatangani rancangan peraturan pemerintah (RPP) yang memuat pemberian insentif fiskal tersebut.
 
Dalam RPP, pemerintah memungkinkan menggratiskan biaya pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sejumlah bidang yang berkaitan dengan kebutuhan angkutan penerbangan. Di antaranya jasa persewaan, perawatan, dan perbaikan pesawat udara.
 
Selain itu, sektor jasa persewaan pesawat udara dari luar daerah pabean. Demikian juga dari sisi impor dan penyerahan atas pesawat udara dan suku cadangnya juga akan memperoleh insentif.
 
Sebelumnya pemerintah sebelumnya meminta maskapai bertarif murah atau low cost carrier (LCC) untuk menurunkan tarif tiket pesawatnya. Keputusan diambil setelah rapat koordinasi antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kementerian BUMN, maskapai, serta pengelola bandara.
 
Darmin menyebutkan keputusan ini diambil merespons keinginan masyarakat untuk mendapatkan tarif pesawat yang lebih murah. Meskipun pemerintah sebelumnya telah menurunkan tarif batas atas (TBA) sebesar 12 sampai dengan 16 persen pada pertengahan Mei.
 
"Seminggu dari sekarang akan disampaikan oleh masing-masing (maskapai) penerbangan. Berapanya (tarif turun) nanti lah seminggu dari sekarang," kata Darmin dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Juni lalu.
 
Menurut dia, penurunan tarif pesawat berbiaya murah akan dilakukan untuk rute domestik tertentu sehingga tidak semua penerbangan LCC akan diturunkan tarifnya. Kebijakan ini tidak akan berlaku bagi maskapai yang menyediakan layanan full service.
 
"Penurunan harga tiket yang LCC domestik untuk jadwal penerbangan tertentu. Artinya tidak semua penerbangan LCC tetapi itu akan memberi kesempatan dan peluang bagi masyarakat yang ingin mendapat harga tiket lebih terjangkau. Sementara yang levelnya bukan LCC silakan (sesuai harga keekonomian). Rakyat kan memang concern berkepentingan dengan yang LCC," jelas Darmin.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif