?Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung minta pendamping sosial mendorong KPM agar graduasi, tak lagi menerima bantuan (Foto:Dok)
?Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung minta pendamping sosial mendorong KPM agar graduasi, tak lagi menerima bantuan (Foto:Dok)

Dirjen PFM Minta Pendamping Sosial Dorong KPM Graduasi

Ekonomi Berita Kemensos
Rosa Anggreati • 04 Desember 2019 18:54
Pontianak: Pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sepanjang 2019 dinilai baik. Untuk mengoptimalkan BPNT pada 2020, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan sejumlah strategi.
 
Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung mengatakan kerja sama Kemensos dengan Dinas Sosial Provinsi serta Dinas Sosial daerah kabupaten/kota, dalam penyaluran program bantuan sosial terkoordinir dengan baik. Hal itu membuat pemerintah, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Presiden semakin percaya terhadap program-program yang dilaksanakan Kemensos.
 
Hal itu disampaikan oleh Dirjen PFM Andi pada kegiatan Rapat Koordinasi Bantuan Sosial Pangan di salah satu hotel di Pontianak, Selasa, 3 Desember 2019. Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat, Pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang mewakili masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dampak positif kepercayaan pemerintah dan stakeholder terkait terhadap program BPNT, maka pada 2020 indeks BPNT akan dikatrol.
 
“Kenaikan indeks BPNT dari sebelumnya Rp110 ribu per bulan akan naik menjadi Rp150 ribu per bulan pada 2020. Rencana kenaikan tersebut tidak lepas dari peran serta kerja sama antara pusat dan daerah yang terkoordinir dengan baik,” kata Dirjen PFM Andi.
 
Dirjen PFM Andi membeberkan rencana tahun 2020 dalam pendampingan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di lapangan bukan hanya pendampingan terhadap program, namun juga pendampingan terhadap keluarganya.
 
Dirjen PFM Minta Pendamping Sosial Dorong KPM Graduasi
 
“Nanti tugas utama pendamping ialah memastikan bahwa keluarga tersebut mendapatkan semua program yang ada, baik Penerima Bantuan Iuran (PBI), BPNT, maupun PKH. Dengan demikian apabila semua program sudah terpenuhi, diharapkan dapat mempercepat keluarga tersebut untuk graduasi (tak lagi menerima bantuan),” ujar Dirjen PFM Andi.
 
Ditekankan Dirjen PFM Andi bahwa bantuan sosial tidak dapat diberikan secara permanen. Oleh karena itu perlu dorongan terutama dari pendamping agar KPM mampu menghasilkan pendapatan sendiri agar tidak terus menerus menerima bantuan sosial.
 
Terdapat tiga konsep dalam penanganan fakir miskin bagi KPM. Pertama, KPM diberikan bantuan sosial untuk mengurangi pengeluaran. “Program BPNT kan memberikan bahan pangan beras dan telur. Jika dihitung, adanya bantuan tersebut dapat mengurangi pengeluaran tujuh hingga sepuluh hari per KPM,” ucap Dirjen PFM Andi.
 
Dirjen PFM Minta Pendamping Sosial Dorong KPM Graduasi
 
Kedua, setelah bantuan disalurkan akan diberikan dorongan dan motivasi oleh pendamping agar KPM dapat memiliki penghasilan. Dorongan tersebut berupa pemberdayaan dan ilmu pengetahuan.
 
Ketiga, diberikan modal. Salah satu program yang dapat memberikan modal yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
 
KUBE dapat diberikan untuk usaha permulaan. Setelah usaha tersebut berjalan dan terlihat perkembangan, maka dapat mengajukan pinjaman dari bank melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, dan Program Kementerian Keuangan atau program lain yang disediakan pemerintah.
 
“Pelaksanaan ketiga hal tersebut harus beriringan dalam rangka menyejahterakan dan memandirikan KPM,” ujar Dirjen PFM Andi.

 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif