Ilustrasi. Foto/ MI: Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto/ MI: Rommy Pujianto

Punya Keunggulan, Industri Saus Tomat RI Bersaing Ketat

Ekonomi industri makanan
Eko Nordiansyah • 31 Juli 2019 22:37
Jakarta: Industri saus tomat di Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena tahan banting sejalan dengan maraknya bahan baku susbtitusi. Adanya rantai pasok bahan baku substitusi, membuat industri ini memiliki peluang pasar ekspor yang besar.
 
Ahli Pangan Prof. Gyatmi mengungkapkan sudah hal lazim bagi produsen pangan untuk mencari substitusi bahan baku. Apalagi, Indonesia mempunyai banyak bahan baku pangan yang bisa diolah sebagai pengganti bahan asli.
 
"Saat ini mayoritas produsen saus tomat mensubstitusi tomat dari bahan ketela singkong dan ubi jalar. Ubi sebagai substitusi bahan pangan dengan alasan ketersediaan dan stabilias suplai bahan baku," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Rabu 31 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi industri saus tomat di Indonesia mendorong perusahaan global seperti Heinz, Unilever, hingga Delmonte berlomba menggarap pasar domestik, serta peluang ekspor. Hal ini membuat persaingan domestik produk saus tomat tengah berlangsung ketat.
 
Produsen multinasional seperti Heinz, Unilever, dan Delmonte saling sikut memperebutkan pasar sempit saus tomat. Heinz yang dikenal dengan Heinz ABC Indonesia belum terdengar membangun fasilitas produksi anyar saus tomat. Sedangkan Unilever, telah menjajal bisnis saus setelah memperkenalkan merek Jawara pada tahun lalu.
 
Delmonte International pun tercatat sebagai pemain bisnis saus tomat di Indonesia sejak hampir sedekade lalu. Delmonte, sebagaimana informasi yang dihimpun, meneken kontrak produksi dengan PT Lasallefood Indonesia.
 
Hingga kini, saus tomat Delmonte merupakan pemain unggul di pasar domestik. Keunggulan itu tak terlepas dari pihak di balik layar Lasallefood Indonesia, yakni PT Suba Indah yang notabene merupakan bagian lini produksi PT ABC Centralfoods.
 
Pada 2002, Lasallefood mencaplok PT Suba Indah, yang sebelumnya merupakan bagian dari Hero Group. Sayap bisnis Hero semakin berkembang setelah Ipung Kurnia menjadi pengganti dari pendiri Hero Group, Mohamad Saleh Kurnia.
 
Salah satu sektor yang digenjot dari bisnis group tersebut, yaitu produksi panganan kaleng dan bumbu. Hero Goup tercatat merupakan pemilik awal PT Suba Indah yang terkenal dengan beragam produk makanan dan minuman, serta bumbu kemasan.
 
Lantas, PT Suba Indah tercatat pernah membesut produksi 40 varian makanan, minuman, dan bumbu kemasan. Akan tetapi, selama krisis moneter 1997-1998, kondisi perusahaan tersebut memburuk.
 
Kini, Lasallefood Indonesia memiliki kontrak produksi dan distribusi penjualan saus tomat Del Monte. Lasallefood memproduksi saus tomat Delmonte, dasarnya perjanjian Lasallefood dengan Delmonte International.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif