Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto : MI/Susanto.
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto : MI/Susanto.

Pertanyakan Ahok, Staf Menteri BUMN Balas Kritik Dahlan Iskan

Ekonomi Pergantian Direksi BUMN
Suci Sedya Utami • 18 November 2019 19:38
Jakarta: Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga membalas sentilan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait sosok Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai kerap membuat keributan.
 
Sentilan Dahlan tersebut tidak terlepas dari isu yang menyebutkan bahwa Ahok akan memimpin salah satu perusahaan BUMN di sektor energi. Sosok Ahok yang sering membuat gaduh dipandang Dahlan tidak cocok untuk memimpin BUMN yang perlu ketenangan.
 
Arya pun mengingatkan bahwa Dahlan saat menjabat sebagai Menteri BUMN dan Direktur Utama PT PLN (Persero) juga sering membuat kehebohan dipublik. Arya pun mengatakan Dahlan lupa diri terkait hal tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tanya dulu waktu di sini (Kementerian BUMN) atau PLN bikin heboh enggak? Bikin heboh juga. Kadang-kadang Pak Dahlan Iskan ini lupa kalau dia juga bikin kehebohan. Apakah ketika beliau bikin heboh makin bagus yang dia pegang atau tidak," tanya Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 18 November 2019.
 
Sebelumnya, melalui laman pribadinya, disway.id, Dahlan Iskan mengingatkan pemerintah agar tetap memegang prinsip bahwa perusahaan perlu ketenangan.
 
"Perusahaan tidak bisa maju kalau hebohnya lebih besar dari kerjanya," ujar Dahlan.
 
Pernyataan Dahlan itu berkaitan dengan rencana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai pejabat salah satu BUMN. Dahlan mengatakan harapannya agar pemerintah tetap menjaga ketenangan di dalam negeri sehingga, bisa fokus bekerja.
 
"Semoga tidak banyak usrek agar ekonomi bisa segera bangkit," ujar dia.
 
Ini sama halnya dengan perusahaan yang perlu kestabilan, khususnya perusahaan besar. Dahlan mengatakan perseroan besar ibarat kapal besar yang mesti tidak mudah dibelok-belokkan.
 
"Memang, bisa juga sukses diraih lewat kehebohan. Tapi sukses seperti itu biasanya hanya di permukaan. Dan untuk jangka pendek," tutur Dahlan.
 
Dirinya juga sempat melontarkan sebuah pertanyaan soal rencana penunjukan Ahok.
 
"Apakah BTP itu orang berprestasi? Sehingga akan ditempatkan di salah satu BUMN?" tulis Dahlan.
 
Pertanyaan itu menyambung pernyataan awal Dahlan dalam tulisannya bahwa orang berprestasi cenderung sukses ditempatkan di mana pun. Ia mengatakan kesimpulan itu datang dari pengalaman panjangnya 30 tahun menggeluti dunia manajemen.
 
Dahlan menilai rencana penunjukan Ahok sebagai pejabat di BUMN adalah langkah yang sangat baik bila bekas Gubernur DKI Jakarta dianggap sebagai orang berprestasi. Terlepas siapa pun Ahok, dari latar belakang pendidikan hingga perjalanan karirnya.
 
"Bagaimana kalau ada penilaian BTP itu hanya berprestasi dalam membuat kehebohan? Terserah yang menilai dan yang diberi nilai," kata Dahlan.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif