Ilustrasi tenaga kerja. FOTO: dok MI.
Ilustrasi tenaga kerja. FOTO: dok MI.

Pengangguran di Indonesia Capai 7,05 Juta Orang

Ekonomi pengangguran bps
Husen Miftahudin • 05 November 2019 18:12
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2019 mencapai sebanyak 7,05 juta orang. Angka tersebut naik sekitar 50 ribu orang bila dibandingkan jumlah pengangguran pada periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,0 juta orang.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, secara persentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan bila dibandingkan Agustus 2018. Pada Agustus 2019 tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,28 persen, sementara pada Agustus 2018 tingkat penganggurannya sebesar 5,34 persen.
 
"Terdapat lima orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja di Indonesia," ujar Suhariyanto dalam paparannya di kantor BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Selasa, 5 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan tingkat pengangguran terbuka terjadi lantaran jumlah angkatan kerja per Agustus 2019 naik menjadi 133,56 juta orang dari 131,01 juta orang pada Agsutus 2018. Hal ini sejalan dengan kenaikan orang yang bekerja, dari 124,01 juta orang menjadi 126,51 juta orang.
 
"Angkatan kerja itu ada yang bekerja dan yang menganggur. Kalau kita bandingkan pada Agustus 2018, berarti orang yang bekerja ini meningkat 2,02 persen," papar dia.
 
Sementara, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) per Agustus 2019 sebesar 67,49 persen, meningkat 0,23 persen poin dibandingkan periode sama tahun lalu. TPAK merupakan perbandingan antara jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk.
 
"Tingkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Peningkatan TPAK ini memberikan indikasi potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja yang meningkat," beber dia.
 
Sejak Agustus 2015 hingga Agustus 2019, TPAK mengalami peningkatan sebesar 1,73 persen poin. Berdasarkan jenis kelamin, pada Agustus 2019 TPAK laki-laki sebesar 83,13 persen dan TPAK perempuan sebesar 51,89 persen.
 
"Selama 2015-2019, TPAK perempuan mengalami peningkatan yang lebih tinggi dengan kenaikan 3,02 persen poin dibandingkan TPAK laki-laki dengan kenaikan yang hanya 0,42 persen poin," pungkas Suhariyanto.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif