Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

SMGR Akui Penjualan Semen Lesu

Ekonomi semen indonesia
Annisa ayu artanti • 21 Agustus 2019 14:59
Jakarta: PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat penurunaan penjualan sepanjang semester I-2019. Penurunan penjualan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 yang tumbuh melambat hanya 5,05 persen.
 
"Memang (penjualan turun) sampai year to date, di Juli secara demand market nasional turun 2,1 persen," kata General Manager of Marketing Semen Indonesia Johanna Daunan, saat konferensi pers, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.
 
Johanna menjelaskan faktor utama pendorong penurunan permintaan semen lantaran menurunnya pembangunan rumah ritel. "Karena kalau dari sisi pembangunan rumah ritel kurang juga, kurang permintaan semennya. Jadi orang enggak bangun lagi. Itu faktor utama yang kita rasakan," ucap Johanna.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, perusahaan tetap optimistis penjualan semen domestik bisa tumbuh sampai empat persen di tahun ini. Semen Indonesia hingga kini memiliki pangsa pasar yang cukup besar yaitu 53 persen. "Kita perkirakan pertumbuhan empat persen. Jadi sangat berkolerasi dengan pertumbuhan PDB," ucap Johanna.
 
Di tempat yang sama, SVP of SMO & Communication Semen Indonesia Ami Tanri menambahkan, untuk mengimbangi penjualan domestik yang mengalami penurunan di semester I-2019 tersebut perusahaan telah menggenjot penjualan ekspor ke negara-negara tetangga.
 
"Iya memang turun karenanya kita ekspor sekitar 10 persen," kata Ami.
 
Ami menjelaskan porsi penjualan ke luar negeri itu memang tidak terlalu besar lantaran biaya yang dikeluarkan untuk melakukan ekspor juga cukup besar. Jika dipaksakan, margin keuntungan akan tergerus.
 
Berdasarkan data Semen Indonesia, perusahaan mencatatkan volume penjualan hinga Juli 2019 untuk pasar semen domesik sebesar 13,492 juta ton. Sedangkan penjualan ekspor SMGR yang berasal dari fasilitas Indonesia mencapai 1,879 Juta ton.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif