Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah. (FOTO: dok MI)
Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah. (FOTO: dok MI)

Imbas Perang Dagang, LPS Pantau Bank BUKU 3

Ekonomi lps Perang dagang
Nia Deviyana • 07 Juni 2019 10:05
Jakarta: Perang dagang memberikan dampak yang sulit bagi lembaga keuangan, salah satunya industri perbankan.
 
Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan dalam kondisi perang dagang, ada kemungkinan investor perbankan menarik dananya dan beralih pada obligasi yang menawarkan imbal hasil besar dengan harga yang murah.
 
Sebab itu, Halim menilai perbankan mau tidak mau harus mengurangi margin keuntungannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara umum situasi perbankan memang tidak mudah. Bank yang tidak begitu kuat likuiditasnya harus berhati-hati," ujar Halim di kediamannya di Jalan Sriwijaya 1 No. 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Juni 2019.
 
Halim menuturkan dalam kondisi perang dagang perekonomian Indonesia sebenarnya masih bertumbuh. Namun, ekspansi perbankan tidak bisa cepat. LPS pun harus memantau bank-bank yang mengalami pengetatan likuiditas, terutama Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 3.
 
"Kalau bank BUKU 4 rata-rata kuat, non performing loan (NPL) atau kredit bermasalahnya relatif rendah, dan likuiditasnya terjamin," kata dia.
 
BUKU 3, lanjut Halim, paling agresif dalam menyalurkan kredit dalam dua tahun terakhir. Sementara BUKU 1 dan 2, menurut Halim tidak begitu mengkhawatirkan karena pada dasarnya kedunya belum masuk kapasitas untuk berkompetisi.
 
"Maka dari itu kami akan lihat dari bank ke bank. Kami imbau untuk melakukan penyesuaian (dalam penyaluran kredit), terutama BUKU 3," pungkasnya.
 
Ada empat kategori bank dari BUKU I hingga BUKU IV, berdasarkan modal inti. BUKU 1, adalah Bank dengan Modal Inti kurang dari Rp1 triliun.
 
Sementara BUKU 2 adalah Bank dengan Modal Inti antara Rp1 triliun-Rp5 triliun. Kemudian BUKU 3 adalah Bank dengan Modal Inti antara Rp5 triliun-Rp30 triliun.Selanjutnya, BUKU 4 adalah Bank dengan Modal Inti lebih besar atau minimal Rp30 triliun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif