Illustrasi. Shutterstock.
Illustrasi. Shutterstock.

Penurunan Tiket Pesawat Tidak Beri Dampak Signifikan ke Perhotelan

Ekonomi Tarif Tiket Pesawat
Annisa ayu artanti • 11 Juli 2019 19:10
Jakarta: Penurunan tarif tiket pesawat berbiaya rendah (low cost carrier) yang berlaku hari ini tidak memberi dampak signifikan kepada industri perhotelan yang sempat mengalami kemerosotan okupansi mencapai 40 persen.
 
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia Maulana Yusran menjelaskan okupansi perhotalan sempat anjlok 40 persen pada enam bulan terakhir akibat melambungnya harga tiket pesawat. Pemberlakuan diskon 50 persen dari tarif batas atas (TBA) maskapai LCC diwaktu tertentu dinilai tidak bisa membalikan keadaan seperti semula dalam waktu cepat.
 
"Untuk mengembalikan posisi semula tidak mungkin dalam waktu dekat. Enggak bisa. Kan waktu tertentu dan momen libur habis," kata Maulana saat berbincang dengan Medcom.id, Kamis, 11 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maulana menjelaskan libur lebaran sudah habis dan libur sekolah sudah mau berakhir. Satu-satunya momen yang bisa memberi sedikit imbas positif dari aturan penurunan tarif tiket pesawat adalah saat libur natal dan tahun baru 2020 mendatang.
 
Sementara untuk bisnis trip yang biasa dihasilkan dari kegiatan luar kota pemerintah dan perusahaan, menurut Maulana tidak akan berdampak signifikan. Sebab, sebagian besar angaran untuk kegiatan luar kota tersebut sudah dikunci sejak akhir tahun lalu.
 
"Kesimpulannya adalah tiket harga tertentu waktu tertentu apakah akan berdampak, itu musti lihat dulu. Kalau berdampak seperti kemarin-kemarin saya enggak yakin. Mungkin berimbasnya semua ini di 2020," jelas dia.
 
Dihubungi terpisah, Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menyampaikan, pemberlakuan diskon 50 persen dari TBA pada maskapai LCC hari ini dengan waktu tertentu hanya meningkatkan okupansi pesawat saja. Tetapi tidak memberi dampak signifikan terhadap sektor periwisata dan perhotelan.
 
"Kebijakan ini hanya akan menaikkan tingkat okupansi maskapai saja karena rute-rute dan waktu yg dikenakan diskon juga bukan rute dan jam padat," kata Huda kepada Medcom.id.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif