Ilustrasi. Antara/M Agung Rajasa
Ilustrasi. Antara/M Agung Rajasa

Mendag Sebut Turunnya Harga Minyak Dunia Jadi Sebab Utama Defisit Neraca Perdagangan

Husen Miftahudin • 02 Januari 2015 12:48
medcom.id, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada November 2014. Dilaporkan, bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD425,7 juta, padahal pada bulan sebelumnya neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD0,02 miliar.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menuturkan, defisit neraca perdagangan terjadi karena harga minyak dunia saat ini mengalami penurunan, sehingga mempengaruhi ekspor. Namun, lanjut dia, sektor nonmigas Indonesia saat ini mengalami kenaikan sehingga menyelamatkan neraca perdagangan dari kemungkinan terjun bebas.
 
"Maka itu kedepannya kita harus membantu industri-industri kecil dan menengah (IKM) untuk tetap menjaga neraca perdagangan kedepannya," ucap Rachmat ditemui dalam acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2015 di gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan, Jumat (2/01/2015).

Terkait prediksi neraca perdagangan selama satu tahun kedepan, Rachmat mengungkapkan bahwa Indonesia masih akan bergantung pada ekspor minyak dan gas bumi (migas). Maka itu, jelas dia, pemerintah kedepannya akan mengupayakan untuk menaikkan target ekspor nonmigas.
 
"Kita akan kejar produk premier yang selama ini mendominasi dari produk nonmigas. Kita usahakan produk manufakturnya yang akan dinaikkan. Oleh karena itu investasi akan kita dorong kedepannya," pungkas Rachmat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WID)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan