Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi (tengah) - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin

Kemenhub Gandeng Swasta Bangun Jalur KA di Sulawesi

Ekonomi kereta api kementerian perhubungan jalur kereta api
Husen Miftahudin • 05 April 2019 20:58
Jakarta: Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Prasarana Perkeretaapian Umum dengan PT Celebes Railway Indonesia (CRI). Dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), PT CRI akan membangun jalur kereta api Makassar-Parepare sepanjang 15 kilometer.
 
Dalam kerja sama tersebut, PT CRI menggelontorkan investasi sebanyak Rp2,1 triliun. Dana tersebut terdiri dari Rp1 triliun sebagai belanja modal dan Rp1,1 triliun untuk biaya pengoperasian dan perawatan prasarana. Investasi tersebut bakal dikeluarkan PT CRI dengan imbalan konsesi dari pemerintah selama 15 tahun.
 
"Hadirnya partisipasi swasta dalam pembiayaan pengembangan infrastruktur akan semakin mempercepat tersedianya infrastruktur-infrastruktur perhubungan yang membawa stimulus ataupun manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," kata Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat, 5 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Budi, skema KPBU dalam pembangunan jalur kereta api ditujukan untuk memaksimalkan penggunaan anggaran negara pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang lainnya. Seperti mendorong pembangunan bandar udara di daerah-daerah pelosok.
 
"Kita juga memastikan proyek (dengan skema KPBU) ini reliable (dapat diandalkan), tidak ada lagi proyek mangkrak. Bisa dipastikan usaha ini bisa berjalan dengan baik," tegas dia.
 
Soal penjaminan dana pengembalian investasi, Ditjen Perkeretaapian menggandeng PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjamin pengembalian investasi dari pemerintah ke pihak swasta.
 
"Dalam proyek ini, PT PII memberikan penjaminan untuk beberapa jenis risiko yang dapat timbul dari pemerintah, yaitu risiko keterlambatan pembayaran available payment, risiko politik, dan risiko terminasi," tutur Budi.
 
Dalam perjanjian kerja sama tersebut, PT CRI nantinya akan membangun prasarana jalur dan fasilitas operasi kereta api menuju kawasan industri Pabrik Semen Bosowa sepanjang 6,63 kilometer dan kawasan industri Pabrik Semen Tonasa sepanjang 8,85 kilometer.
 
Saat ini, pemerintah masih terus bekerja untuk menyelesaikan pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare pada segmen Barru-Palanro sepanjang 44 kilometer. Diharapkan pada 2019 ini sudah selesai dan dapat beroperasi.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif