Sapi perah (Foto:Antara/Harviyan Perdana Putra)
Sapi perah (Foto:Antara/Harviyan Perdana Putra)

Penuhi Kebutuhan Susu Nasional, Indonesia Diminta Tiru Tiongkok

Ekonomi berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 15 Mei 2019 16:43
Jakarta: Produksi susu lokal belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Indonesia masih bergantung pada impor.
 
Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo menyayangkan kondisi tersebut. Sebab, Indonesia memiliki banyak kawasan yang cocok untuk memproduksi susu.
 
"Kalau bicara sumber daya manusia, jangan tanyakan. Banyak di Pangalengan, Wonosobo, dan sebagainya. Itu daerah sentra," kata Edhy, di Ruang Rapat Komisi IV DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Gerindra itu menyebutkan banyak penyebab yang membuat produksi susu lokal tidak bergairah. Salah satunya, tidak optimalnya pengembangan produsen susu lokal.
 
"Kenapa sektor ini tidak pernah maju? Karena dorongan anggaran kita tidak pernah meningkat. Malah menurun," katanya.
 
Edhy meyakini, potensi susu nasional bisa ditingkatkan. Asalkan pemerintah memiliki komitmen serius membenahi produksi susu nasional.
 
Dia mencontohkan Tiongkok yang berhasil mereformasi produksi susu lokal mereka. Pemerintahan Negeri Tirai Bambu itu berani mengambil langkah strategis meningkatkan produksi susu mereka.
 
"Tiongkok mau melakukan reformasi susu. Mereka besar-besaran membeli sapi indukan dari negara Amerika Selatan. Jadi Indonesia harus berani begitu," ujar dia.
 
Seperti diketahui, kebutuhan susu naional masih didominasi oleh impor. Berdasarkan pengakuan Dewan Persusuan Nasional (DPN), produksi susu nasional hanya bisa memenuhi kebutuhan susu nasional sebesar 20 persen . Sisanya, masih dipenuhi lewat impor.
 
Sementara itu, data Kementerian Perindustrian menyebutkan bahwa kebutuhan bahan baku susu olahan dalam negeri mencapai 3,3 juta ton per tahun. Sebanyak 2,61 juta ton atau sekitar 80 persen masih diimpor dari berbagai negara, seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif