Direktur Keuangan M Rachmat Kaimuddin - - Foto: Medcom.id/ Annisa Ayu Artanti
Direktur Keuangan M Rachmat Kaimuddin - - Foto: Medcom.id/ Annisa Ayu Artanti

Bunga Acuan Tetap Bikin Kinerja Perbankan Lebih Baik

Ekonomi perbankan bi rate suku bunga
Annisa ayu artanti • 22 Februari 2019 12:58
Jakarta: PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menyebut keputusan Bank Indonesia dalam mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen sesuai dengan prediksi perbankan. Level bunga ini bakal mendorong perbaikan stabilitas perbankan.
 
Direktur Keuangan Bank Bukopin M Rachmat Kaimuddin mengatakan, perbankan bisa lebih leluasa membuat prediksi dan kinerja perusahaan dengan keputusan menahan tingkat bunga acuan tersebut.
 
"Tentunya suku bunga BI yang tetap itu sudah sesuai dengan analisa dari pemerintah dan kita dari kalangan perbankan tentunya stabilitas itu baik," kata Rachmat di kantor BEI, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini, kata Rachmat, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan aset menjadi high single digit. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan kredit di sektor konsumen dan ritel usaha mikro kecil menengah (UMKM).
 
"Kira kira 8 persen tumbuhnya, pertumbuhan kita fokuskan di konsumer UMKM," ucap dia.
 
Seperti diketahui, Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) di level enam persen pada periode Februari 2019. Dengan demikian, suku bunga acuan di level enam persen sudah bertahan selama empat bulan, dari November 2018.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan mempertahankan suku bunga acuan ini dinilai konsisten dengan upaya otoritas untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman.
 
Selain mempertahankan BI-7 Days Reverse Repo Rate, otoritas juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 5,25 persen, serta suku bunga lending facility di posisi 6,75 persen.
 
Keputusan bank sentral tersebut dianggap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi