Rupiah. MI/RAMDANI.
Rupiah. MI/RAMDANI.

Filantropi di Indonesia Cukup Berkembang

Ekonomi filantropi
23 Desember 2018 19:02
Jakarta: Aktivitas filantropi di Indonesia telah cukup berkembang dan cukup berperan besar dalam membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat.
 
Itulah yang disampaikan Sekretaris Komisi Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Fuad Thohari dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Anak Yatim Yayasan Al Kahfi di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
 
Fuad yang juga Ketua Dewan Penasihat Yayasan Al Kahfi mengungkapkan meski sudah cukup berkembang, keberadaan lembaga maupun badan hukum yang bergerak di bidang filantropi harus terus didorong berbagai pihak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tujuannya agar aktivitas filantropi bisa terus menyebar dan meningkat di masyarakat. Terlebih masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup serba kekurangan.
 
"Filantropi Indonesia sudah cukup berkembang. Tapi fakta bahwa ketika ada pembagian sembako, sedekah, dan sejenisnya banyak yang antre, itu masih banyak masyarakat yang perlu dibantu. Kita perlu dorong arah filantropi kepada pemberdayaan masyarakat," ujar Fuad kepada Media Indonesia, Minggu, 23 Desember 2018.
 
Masyarakat Indonesia pun dinilainya memiliki rasa simpati serta empati yang tinggi sehingga mudah tergerak untuk membantu orang yang membutuhkan. Tetapi, masyarakat kerap ragu disebabkan banyaknya lembaga filantropi yang diragukan kredibilitas maupun akuntabilitasnya.
 
Untuk itulah, Fuad menegaskan pemilihan lembaga filantropi yang memiliki kredibilitas serta akuntabilitas sangat penting guna memastikan donasi yang diberikan akan tersalurkan dengan baik. Sehingga, donasi yang diberikan mampu membantu menyejahterakan dan memberdayakan masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
 
"Kita harus melihat dan mempertimbangkan betul lembaga yang menjadi penyalur donasi. Tanda lembaga yang memiliki akuntabilitas baik ialah yang memberikan laporan kegiatan serta laporan keuangan secara rutin dan terbuka seperti Yayasan Al Kahfi ini. Ada laporan rutin yang diberikan, berikut foto, testimonial penerima bantuan baik di situs internet maupun majalah bulanan," tutur akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif