Ilustrasi. (Foto: MI/Sumaryanto)
Ilustrasi. (Foto: MI/Sumaryanto)

Tarif Lion Air Akan Mengangkangi Maskapai Full Service

Ekonomi bisnis maskapai lion air kementerian perhubungan
08 Januari 2019 15:37
Jakarta: Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menilai penerapan kebijakan bagasi berbayar akan membuat tarif Lion Air dan Wing Air lebih mahal dari maskapai full service, seperti Garuda dan Batik Air. Biaya yang akan dikeluarkan konsumen lebih tinggi ketimbang tiket penerbangan maskapai full service.
 
Alvin mencontohkan, tiket pergi pulang Jakarta-Semarang, menggunakan Lion Air berkisar Rp600 ribu-Rp700 ribu. Bagasi di bawah 20 kilogram gratis. Tapi, ongkos itu akan terkerek menjadi Rp1,3 juta dengan asumsi ada tambahan biaya bagasi Rp310 ribu per/kg atau Rp620 ribu per 20 kg.
 
Sedangkan tiket termahal maskapai full service tujuan Jakarta-Semarang atau sebaliknya hanya Rp1,2 juta. "Kalau full service kan sudah gratis bagasi sampai 20 kilogram," kata Alvin dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 8 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, tambah Alvin, penerapan tarif bagasi tidak menabrak aturan, termasuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Yang jadi masalah: penerapan tarif bagasi pesawat tidak proporsional.
 
Alvin menjelaskan, pada umumnya biaya bagasi disesuaikan jarak dan waktu penerbangan. Semakin jauh jarak dan waktu tempuh tarif bagasi akan makin mahal, begitu pula sebaliknya.
 
"Yang beredar kemarin kan harga bagasi ini flat mau satu jam atau tiga jam terbang sama," kata dia.
 
Tidak satu suara
 
Alvin menduga kebijakan penerapan tarif bagasi di tubuh Lion Air belum satu suara. Hal ini tampak dari sempat ditundanya pemberlakuan tarif bagasi sampai dengan pemberitahuan resmi kepada pemerintah.
 
Informasi yang ia dapatkan kebijakan tentang bagasi sebelumnya hanya diberlakukan pengurangan dari 20 kilogram menjadi 10 kilogram kemudian menjadi hanya lima kilogram. Bukan dihapuskan untuk kemudian diberlakukan pembebanan biaya.
 
"Dugaan saya komando di Lion Air belum jelas siapa yang memerintah atas apa. Kedua ada keraguan tentang dampak sehingga tidak heran mungkin saja setelah ini penjualan tiket turun drastis bahkan mungkin Lion Air akan meninjau kembali kebijakan ini," jelasnya.
 

 

(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif