"Iya (laba bersih Rp25 triliun). Kita targetkan demikian, Rp25 triliun," kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, di Kantor Pusat Bank Mandiri, Senin, 7 Januari 2019.
Sedangkan dari sisi penyaluran kredit, lanjut Rohan, tercatat meningkat sebanyak 12 persen secara tahunan (yoy) hingga akhir 2018 disertai dengan terkendalinya tingkat kredit macet yang susut menjadi 2,7 persen.
Sementara untuk 2019, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo mengatakan, tren pengetatan likuiditas masih berlanjut di 2019. Hal itu menjadi tantangan bagi perbankan nasional.
"Memang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sempat melambat sehingga Loan to Deposit Ratio (LDR) nasional meningkat. Nah ini tantangan paling utama karena dolar running itu sesuai valuta asing, dan itu membuat peredaran uang dalam negeri menurun," kata Tiko, biasa ia disapa.
Meski demikian, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit di 2019 bisa mencapai 12-13 persen dari capaian 2018 dan pertumbuhan DPK sebesar 10 persen. "Harapannya nanti arus modal masuk dari foreign fund yang masuk kembali bisa memungkinkan DPK di 2019 bisa di atas 10 persen," ucap Tiko.
Adapun untuk pertumbuhan kredit di 2019, pertumbuhan kredit berasal dari segemen korporasi dan komersial yang diprediksi kian marak di 2019. Lalu, segmen konsumer yaitu Kredit Perumahan Rakyat (KPR) diprediksi kembali tumbuh sekitar 10-13 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News