Direktur Utama BRI Agro, I Komang Sudiarsa?. MTVN Dian Ihsan Siregar.
Direktur Utama BRI Agro, I Komang Sudiarsa?. MTVN Dian Ihsan Siregar.

BRI Agro Bukukan Pendapatan Bunga Rp690,02 Miliar

Ekonomi bri agro
Dian Ihsan Siregar • 07 November 2016 19:01
medcom.id, Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) telah membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp690,02 miliar per September 2016, atau naik 19 persen bila dibanding periode yang sama di 2015 sebesar Rp441,64 miliar.
 
"Pendapatan bunga bersih yang mengalami peningkatan memberikan dampak yang baik bagi laba bersih perseroan yang naik 55 persen menjadi Rp82,10 miliar di kuartal III-2016, dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,03 miliar," ucap Direktur Utama BRI Agro, I Komang Sudiarsa‎, ditemui dalam acara paparan publik AGRO di Kantor Pusat BRI Agroniaga, Jakarta, Senin (7/11/2016).
 
Adapun posisi net interest income (NII) perseroan menjadi Rp294,99 miliar di kuartal III-2016, dari porsi NII sebesar Rp260,76 miliar di kuartal III-2015.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami yakin dengan NII yang baik, pendapatan bunga yang baik, dan laba bersih yang baik, maka target laba sebesar Rp100 miliar di akhir tahun bisa tercapai, walaupun tinggal 3 bulan, dari posisi laba kami selama sembilan bulan sebesar Rp82,10 miliar," jelas I Komang Sudiarsa.
 
Dari porsi p‎enyaluran kredit, selama sembilan bulan pertama di 2016 tercatat sebesar Rp7,6 triliun atau tumbuh 35 persen dari posisi kredit sebesar Rp5,62 triliun di kuartal III-2015. Sedangkan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 44 persen menjadi Rp8,31 triliun, dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,76 triliun.
 
"Dari total DPK, terdiri dari porsi Giro sebesar Rp521,81 miliar, tabungan Rp‎395,43 miliar, dan deposito berjangka sebesar Rp7,39 triliun. Memang masih banyak dari deposito berjangka," urai I Komang Sudiarsa.
 
Sementara itu, posisi kredit bermasalah (NPL) telah mencapai 2,85 persen. Angka itu akan diturunkan kembali di bawah 2 persen hingga akhir tahun ini.
 
"Sepanjang tahun 2016, ada gejolak NPL mengalami naik turun. Tapi kita akan turunkan kembali hingga di bawah 2 persen di akhir tahun ini," pungkas I Komang.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif