Ilustrasi. Foto: MI/IMMANUEL ANTONIUS
Ilustrasi. Foto: MI/IMMANUEL ANTONIUS

2019, BCA Cetak Laba Rp28,6 Triliun

Ekonomi bca
Annisa ayu artanti • 20 Februari 2020 20:07
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat laba bersih sebesar Rp28,6 triliun, atau meningkat 10,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp25,8 triliun.
 
Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja mengatakan kinerja usaha BCA tetap solid di tengah konsumsi domestik yang moderat dan ketidakpastian global yang masih berlanjut.
 
Tahun lalu, BCA mampu mempertahankan bisnis perbankan transaksi dan penyaluran kredit, sehingga dana giro dan tabungan (CASA) dapat tumbuh 9,9 persen mencapai Rp532 triliun dan total kredit meningkat 9,5 persen menjadi Rp603,7 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"BCA berhasil mencatat pertumbuhan yang baik di 2019 dengan kenaikan laba sebelum provisi dan pajak penghasilan (PPOP) sebesar 15,5 persen ditopang oleh pertumbuhan laba operasi sebesar 13,6 persen," kata Jahja di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
 
Ia menyebutkan, pertumbuhan kredit terutama didukung oleh segmen bisnis, termasuk kredit korporasi yang tumbuh 11,1 persen menjadi Rp236,9 triliun dan peningkatan kredit komersial & UKM sebesar 12 persen menjadi Rp202,9 triliun pada Desember 2019.
 
Sementara itu untuk kredit konsumer, BCA mencatat pertumbuhan 4,3 persen menjadi Rp158,3 triliun. Kredit konsumer terbesar terdapat pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tumbuh 6,5 persen menjadi Rp93,7 triliun. Lalu, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) sebesar 47,6 triliun, atau turun 1,1 persen dari periode yang sama tahun 2018, dan outstanding kartu kredit tumbuh 9,4 persen menjadi Rp14,1 triliun.
 
Menurutnya, pertumbuhan kredit BCA yang berkelanjutan dapat tercapai karena kualitas kredit yang terjaga melalui penerapan prinsip kehati-hatian secara konsisten.
 
"Kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) tercatat pada level 1,3 persen pada Desember 2019, dibandingkan 1,4 persen pada tahun sebelumnya," sebutnya.
 
Perusahaan, kata Jahja, berkomitmen untuk terus melakukan investasi jaringan dan menciptakan inovasi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
 
Di sisi lain, Jahja menambahkan, jumlah rekening dana pihak ketiga juga menunjukan tren peningkatan sebesar 14,2 persen dan hampir mencapai 22 juta rekening pada akhir 2019 melalui layanan pembukaan rekening online maupun di cabang. Sementara itu deposito mengalami pertumbuhan sebesar 14,4 persen mencapai Rp172,8 triliun. Pada akhir tahun total dana pihak ketiga tumbuh sebesar 11 persen menjadi Rp704,8 triliun.
 
Manajemen juga mengklaim 2019 perusahaan dapat mengimbangi peningkatan beban operasional dengan pertumbuhan pendapatan operasional.
 
BCA membukukan pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 13,6 persen menjadi Rp71,61 triliun, angka ini diperoleh dari kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 12,1 persen menjadi Rp50,8 triliun dan pertumbuhan pendapatan operasional Iainnya sebesar 17,5 persen menjadi Rp20.8 triliun. Sedangkan beban operasional meningkat 11,2 persen menjadi Rp30,7 triliun.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif