NEWSTICKER
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: dok MI/PANCA SYURKANI
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: dok MI/PANCA SYURKANI

Luhut: Virus Korona Buat Investasi dari Tiongkok Tertunda

Ekonomi investasi Virus Korona
Antara • 21 Februari 2020 16:01
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dampak virus korona telah membuat investasi dari Tiongkok ke Indonesia menjadi tertunda. Wabah virus korona membuat mobilisasi penduduk Tiongkok terhambat, sehingga banyak investor kesulitan untuk melanjutkan investasinya.
 
"Kalau investasi tetap jalan, tetapi tertunda karena banyak orang, terutama dari Tiongkok, yang tidak bisa datang. Yang sudah ada di sini sedikit ada penyesuaian jadwal. Tapi saya berharap dalam dua minggu ke depan sudah lebih baik," katanya, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020.
 
Luhut mengaku belum bisa memprediksi potensi kerugian dari tertundanya investasi asal Tiongkok. Namun, investasi asal negara lain seperti Amerika Serikat disebutnya masih berjalan lancar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita belum bisa (prediksi nilainya). Kita berharap enggak terlalu banyak, mungkin beberapa ratus juta dolar AS karena ada proyek-proyek yang sekarang USD5 miliar, misalnya, di timur Indonesia. Kita harap bisa kita percepat lagi prosesnya," katanya.
 
Luhut mengaku pemerintah dan jajaran menteri tengah mengamati dengan cermat kapan bisa mulai membawa staf manajerial perusahaan asal Tiongkok ke Indonesia agar investasi mereka bisa kembali berjalan. Namun, ia memastikan, mereka yang berangkat dari Tiongkok harus dikarantina dua pekan terlebih dahulu sebelum dikirim ke Tanah Air.
 
Terkait tertundanya investasi Tiongkok, Luhut juga bercerita soal investasi perusahaan tambang Vale yang 1,5 tahun terus berkutat dengan masalah izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Perusahaan itu berinvestasi dalam rantai pasok litium baterai.
 
Namun, setelah masalah perizinan rampung dan bersiap untuk melakukan konstruksi, muncul masalah virus korona yang menyebabkan pegawai Tiongkok tertunda datang ke Indonesia dan melanjutkan realisasi investasi.
 
"Penundaan yang makin lama datang dari Tiongkok ini berdampak kepada jalannya investasi di kita. Sekarang ini ada on going investasi di Sulawesi sekira USD5 miliar. Kalau tertunda dua bulan akan kehilangan kira-kira USD500 juta. Dampak ini besar ke ekonomi Indonesia," tukasnya.
 
"Kita lihat apakah pegawai Tiongkok yang level manajer yang dibolehkan datang setelah karantina. Karena dari WHO tidak ada larangan orang Tiongkok datang kecuali dari Wuhan. Malaysia juga berlakukan hal semacam ini," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif