OJK. Foto : MI/RAMDANI.
OJK. Foto : MI/RAMDANI.

OJK Klaim Indeks Literasi Keuangan Kalteng Meningkat

Ekonomi ojk keuangan
Antara • 03 Maret 2020 14:41
Palangka Raya: Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah Otto Fitriandy mengatakan indeks literasi keuangan di wilayah itu pada 2019 mencapai 37,01 persen dan indeks inklusi keuangan 74,80 persen.
 
"Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan 26,18 persen dan indeks inklusi keuangan 60,36 persen," kata Otto dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2020.
 
Meskipun lebih rendah dari pencapaian nasional, namun angka tersebut meningkat dibanding peningkatan nasional dalam tiga tahun terakhir, yaitu pemahaman keuangan (literasi) masyarakat sebesar 10,83 persen, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) sebesar 14,44 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apabila ditinjau lebih lanjut berdasarkan strata wilayah di Kalteng, maka indeks literasi keuangan dan inklusi masyarakat perkotaan masing-masing mencapai 38,54 persen dan 88,02 persen. Sedangkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan masing-masing mencapai 35,45 persen dan 61,38 persen.
 
"Hasil survei juga menunjukkan bahwa berdasarkan gender, indeks literasi dan inklusi keuangan laki-laki masing-masing sebesar 43,46 persen dan 81,15 persen, relatif lebih tinggi dibanding perempuan masing-masing sebesar 30,53 persen dan 68,42 persen," katanya.
 
Untuk itu, OJK akan menggunakan hasil survei literasi keuangan 2019 untuk penyempurnaan strategi pengembangan literasi keuangan nasional yang lebih efektif dan tepat sasaran.
 
Hanya saja, dalam rangka mencapai target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2023 di Kalteng, maka diperlukan sinergi berupa partisipasi dan dukungan seluruh pihak agar layanan lembaga jasa keuangan formal menjangkau seluruh wilayah.
 
"Termasuk daerah terpencil, sehingga manfaatnya dapat langsung terasa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalteng," ungkap Otto.
 
Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen.
 
Pada tingkat nasional, angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan 29,7 persen dan indeks inklusi keuangan 67,8 persen atau dalam tiga tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan masyarakat sebesar 8,33 persen, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan sebesar 8,39 persen.
 
Peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah pusat dan daerah, OJK, Kementerian/lembaga terkait, industri jasa keuangan dan berbagai pihak lain yang terus berusaha secara berkelanjutan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
 
Dengan adanya sinergi dan kerja keras tersebut target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah melalui Perpres Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebesar 75 persen pada 2019 telah tercapai.
 
Survei OJK 2019 itu mencakup 12.773 responden pada 34 provinsi dan 67 kota/kabupaten dengan mempertimbangkan gender dan strata wilayah perkotaan/perdesaan.
 
Sebagaimana 2016, SNLIK 2019 juga menggunakan metode, parameter dan indikator yang sama, yaitu indeks literasi keuangan yang terdiri dari parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku, sementara indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan atau usage.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif