Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat - - Foto: medcom.id
Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat - - Foto: medcom.id

Pemerintah Dorong Kesejahteraan Masyarakat Garut Lewat Pariwisata

Ekonomi pemerintah pariwisata wisata jawa barat
Eko Nordiansyah • 26 April 2019 21:09
Jakarta: Pemerintah mendorong pengembangan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pengembangan pariwisata ini dilakukan melalui Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), reaktivasi jalur kereta api Bandung-Cibatu, pengembangan pariwisata Situ Bagendit, serta pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata.
 
"Pemerintah melalui program pembiayaan UMi hadir memberikan pembiayaan, pelatihan dan pendampingan kepada pengusaha ultra mikro di daerah wisata agar mereka dapat memanfaatkan program pengembangan wisata untuk meningkatkan taraf hidupnya," kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 26 April 2019.
 
Pembiayaan UMi merupakan program pembiayaan kepada masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang tidak memiliki akses perbankan dengan jumlah plafon paling banyak Rp10 juta per nasabah. Program ini merupakan tahap lanjutan dari bantuan sosial menuju kemandirian usaha, serta merupakan komplementer Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak pertama kali diluncurkan, pembiayaan UMi secara nasional telah disalurkan kepada 931.173 debitur, dengan total penyaluran mencapai Rp2,49 triliun. Untuk Kabupaten Garut, Pembiayaan UMi telah menjangkau 15.058 debitur dengan total penyaluran lebih dari Rp35 miliar.
 
Dalam dialog dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta debitur dan pendamping pembiayaan UMi, pengembangan usaha sektor mikro tersebut memerlukan kerja sama berbagai pihak.
 
"Oleh karena itu, kami mengajak pengusaha yang tergabung dalam KADIN, IWAPI, dan APINDO untuk berkolaborasi dalam pengembangan sektor mikro melalui pelibatan usaha mikro dalam rantai pasokan, pemberian pendampingan, dan pembukaan akses pasar, serta berkontribusi dalam pendanaan melalui pendekatan investasi berdampak sosial atau Social Impact Investment," jelas dia.
 
Sementara pembangunan jalur kereta api Bandung-Cibatu serta infrastruktur jalan menuju Situ Bagendit memungkinkan kelancaran pergerakan barang dan manusia, sehingga memudahkan akses dari dan ke daerah wisata. Konektivitas daerah wisata diharapkan dapat meningkatkan kesadaran nilai budaya, lingkungan, ekonomi, serta mendorong investasi lokal dan internasional.
 
Selain itu, pengalaman wisatawan (tourist experience) juga menjadi komponen penting dalam pengembangan daerah wisata, yang dapat mendorong kunjungan kembali para wisatawan serta menaikkan jumlah belanja di daerah wisata.
 
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program seperti akses Wi-Fi gratis, health tourism, dan program UMKM Jawa Barat di daerah wisata Situ Bagendit. Pemerintah juga berkomitmen melakukan pembenahan kawasan ini agar menjadi kawasatan wisata berkelas dunia.
 
Sektor Pariwisata memberikan nilai komparatif pada daerah pedesaan dan pinggiran yang identik dengan lingkungan alami, kekayaan budaya, keindahan pemandangan, serta keanekaragaman kekayaan hayati. Pemerintah memandang sektor ini sebagai sektor strategis dalam pengentasan kemiskinan, karena terkait dengan sektor-sektor lain yang bersifat padat karya serta melibatkan usaha masyarakat berskala mikro dalam jumlah masif.
 
Dalam peninjauan ke garut ini, hadir pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Garut Rudy Gunawan.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif