Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Kebijakan Tolak Impor Bawang Putih Perkuat Petani Lokal

Ekonomi bawang Bawang Putih Impor Bawang Putih
23 April 2019 12:03
Jakarta: Kebijakan tegas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menahan pemberian izin impor 100 ribu ton bawang putih kepada Perum Bulog dinilai sejumlah pihak kedepannya bakal memperkuat produksi petani lokal di berbagai daerah.
 
"Saat ini istilahnya kita sedang menggenjot produksi agar lebih baik lagi. Apalagi pertumbuhan di daerah-daerah percobaan itu sudah bagus," ujar Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Menurut Henri Saragih keputusan Mendag tersebut telah seirama dengan upaya dan keinginan Pemerintahan Joko Widodo dalam menciptakan kedaulatan pangan. Apalagi, lanjutnya, para importir juga masih memiliki cadangan bawang putih untuk digunakan hingga beberapa waktu ke depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, saat ini bisa dijadikan sebagai pintu masuk bagi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani bawang. Dengan meminimalisir impor, dan mendorong pertanian bawang putih dalam negeri.
 
"Petani kita mampu. Tapi selama ini ketergantungan kita (pada impor) besar sekali, padahal kita mampu produksi," jelasnya seraya mengusulkan agar setiap provinsi membuat program kepada dinas-dinas pertanian untuk menggencarkan tanam bawang putih.
 
Sementara itu, ekonom Universitas Sam Ratulangi Agus Tony Poputra menilai, kebijakan Kementerian Perdagangan menahan izin impor Bulog hingga saat ini dinilai sudah pada koridornya, karena pemberian izin impor komoditas tanpa menanam dikhawatirkan dapat mematikan pertanian bawang putih nasional nantinya.
 
"Memang sebenarnya sudah betul. Bulog harus tanam dulu. Kalau impor semua kan susah tidak ada perkembangan bawang putih di Indonesia. Kemendag tidak salah dia konsisten. Dia (Mendag) mungkin mencoba menerapkan aturan secara konsisten tanpa pandang bulu,” kata Tony
 
Menurut dia, sudah tepat jika importir swasta saja harus menanam, begitu juga seharusnya Bulog.
 
Selaras, ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Yusuf Wibisono berpendapat tindakan Kemendag menahan izin impor bawang putih untuk Bulog merupakan keputusan yang tepat lantaran pemberian hak impor bagi Bulog tanpa wajib tanam lima persen dinilai bertentangan dengan cita-cita pemerintah untuk swasembada bawang putih pada 2021.
 
"Jadi memang harus dipaksa, harus ada pemaksaan, keberpihakan kebijakan secara afirmatif untuk mendorong swasembada bawang putih, antara lain dengan kewajiban tanam lima persen dari impor," ujar Yusuf.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif