Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Khairul Anwar. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Khairul Anwar. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Pemerintah Siapkan Investasi Ketenagakerjaan

Ekonomi kemenaker Revolusi Industri 4.0
Ilham wibowo • 28 Desember 2018 13:36
Jakarta: Pembangunan sumber daya manusia (SDM) bakal menjadi fokus pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi nasional. Beragam program pengembangan ketenagakerjaan dipersiapkan untuk 2019.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Khairul Anwar mengatakan program prioritas sebagai investasi ketenagakerjaan itu dituangkan dalam menggenjot pelatihan vokasi. Program ini dilakukan seiring penerapan revolusi industri 4.0.
 
"Persaingan bisnis dan pembangunan yang semula benyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam bergeser pada persaingan pada penguasaan teknologi informasi dan kompetensi angkatan kerja, di sinilah pentingnya investasi SDM," ucap Khairul di Innovation Room Gedung Kemnaker, Jakarta, Jumat, 28 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program vokasi dinilai jalur cepat dalam meningkatkan kompetensi angkatan kerja. Pasalnya, Indonesia dihadapkan pada SDM angkatan kerja yang 58,76 persen merupakan lulusan SD-SMP dan problem mismatch mencapai 63 persen.
 
"Sumber daya alam akan habis dieksploitasi serta melahirkan problem lingkungan tidak demikian dengan investasi SDM yang tidak terbatas dan terus dinamis," ungkapnya.
 
Diperlukan intervensi dalam pembangunan SDM agar skill dan kompetensi angkatan Indonesia mampu bersaing. Menurut Khairul, pihaknya telah melakukan terobosan dengan masifikasi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), pemagangan terstruktur, serta sertifikasi uji kompetensi.
 
"Masifikasi pelatihan di BLK dengan memberikan triple skilling yakni skilling untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill, up-skilling untuk pekerja yang ingn meningkatkan skill, dan re-skillng untuk pekerja yang ingin mendapatkan keterampilan baru," paparnya.
 
Secara kumulatif, dari 2015 hingga Oktober 2018 peserta pelatihan BLK mencapai 383.132 orang. Pada 2019 secara akumulasi jumlahnya bakal dinaikan menjadi 660.476 orang. Untuk pemagangan, secara akumulasi sejak 2015-Oktober 2018 mencapai 149.064 orang. Pada 2019 secara akumulasi jumlahnya naik menjadi 360.864 orang.
 
"Adapun peserta sertifikasi sejak 2015-Oktober 2018 mencapai 1.349 559 orang, pada 2019 secara akumulasi akan menjadi 1.875.748 orang," tuturnya.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif