Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Lion Air Group Siap Atur Ulang Strategi

Ekonomi pesawat penerbangan lion air
Nia Deviyana • 30 Januari 2019 07:47
Jakarta: Lion Air Group menerima masukan dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait permintaan pengkajian ulang kebijakan bagasi berbayar. Adapun kebijakan ini telah diterapkan maskapainya sejak 22 Januari 2019. Namun, Lion Air akan mengatur ulang strategi apabila kebijakan tersebut nantinya ditiadakan.
 
"Kita akan lebih fleksibel sebagai pengusaha. Kalau aturan itu menjadi fixed (dilarang), kami akan buat strategi baru lagi untuk bisnis proses supaya bisa dapat yang berkelanjutan," ujar Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro, usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), di Komisi V DPR RI, Selasa malam, 29 Januari 2019.
 
Seminggu diberlakukan, Daniel belum melihat adanya penurunan dari kebijakan ini karena bertepatan dengan low season. "Jadi belum bisa ketahuan menurunnya penumpang karena low season atau kebijakan bagasi berbayar," tuturnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak diberlakukan tarif pada bagasi, penumpang hanya mendapatkan fasilitas gratis untuk bagasi kabin maksimal tujuh kg dan satu barang pribadi seperti tas laptop, tas jinjing, dan sejenisnya. Ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin yakni 40 cm x 30 cm x 20 cm.
 
Terkait daftar harga bagasi (pre-paid baggage), struktur harga Lion Air dan Wings Air bervariasi berdasarkan rute dan jam penerbangan (flight hours). Untuk kapasitas (berat), disesuaikan kebutuhan pelanggan. Lion Air dan Wings air mengimbau calon penumpang untuk menghubungi kantor perwakilan Lion Air Group terkait harga prepaid baggage.
 
Bagi pelanggan yang akan membawa bagasi, dapat membeli pada saat dan setelah beli tiket, dengan maksimum sebelum enam jam sebelum keberangkatan melalui agen travel, website resmi, dan kantor perwakilan Lion Air Group.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif